MALANG, 2 Oktober 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar perayaan Lustrum ke-XIII yang dirangkaikan dengan refleksi satu tahun masa pengabdian kepemimpinan kampus. Mengusung tema “Sinergi Mewujudkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Bereputasi Internasional”, momentum ini menjadi ruang untuk memaparkan berbagai capaian strategis sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan berbagai capaian kunci serta sejumlah pilar pengembangan lembaga yang tengah berjalan. Salah satu fokus utama terletak pada penguatan mutu pendidikan. Pada periode 2025–2028, UIN Maliki Malang telah mencapai target 64 persen program studi terakreditasi internasional. Capaian tersebut turut diikuti dengan capaian akademik sebesar 100 persen serta peringkat kedua nasional dalam bidang kerja sama dan pengembangan lembaga.
Selain mendorong keunggulan akademik, UIN Maliki Malang juga terus mengakselerasi kuantitas dan kualitas penelitian yang terintegrasi dengan transformasi digitalisasi layanan di lingkungan kampus. Sementara itu, dari sisi tata kelola dan infrastruktur, khususnya bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), prioritas saat ini diarahkan pada penyelesaian pembangunan Kampus 3 guna mendukung fasilitas pembelajaran yang lebih memadai.
Di tengah upaya modernisasi dan penguatan rekognisi global, UIN Maliki Malang tetap mempertahankan identitasnya sebagai kampus berbasis pesantren. Rangkaian capaian tersebut turut dilengkapi dengan sejumlah rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), di antaranya pencapaian jumlah Guru Besar, tingginya jumlah mahasiswa dan alumni penghafal Al-Qur’an, hingga penerbitan buku biografi dengan ketebalan tertentu.
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang turut meresmikan acara tersebut, menyampaikan arahan mengenai hakikat pendidikan tinggi keagamaan Islam. Ia menekankan pentingnya keberdampakan (impact) dari berbagai capaian akademik yang diraih perguruan tinggi.
“Hal terpenting adalah seberapa besar outcome yang dihasilkan dapat berdampak langsung pada masyarakat. Perguruan tinggi bertujuan untuk mencetak ilmuwan dan intelektual, di mana ilmu tersebut harus benar-benar diamalkan,” tegas Menteri Agama.
Di akhir arahannya, Menteri Agama berharap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menjadi institusi yang membawa keberkahan. Ia juga berharap kampus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya berilmu dan berintelektual, tetapi juga menjadi generasi cendekia yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat secara luas.





