MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Perawatan Diri Internasional (International Self-Care Day), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan International Self-Care Day Conference 2026 pada Sabtu (25/07).
Konferensi internasional ini mengangkat tema “Self-Care for Sustainable Mental Health, Emotional Wellbeing and Personal Resilience”. Acara diselenggarakan atas kerja sama kolaboratif antara empat lembaga, yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, PEKA (Persatuan Kaunselor Pendidikan) Malaysia, PEKA Brunei Darussalam, dan STAI Ibnu Sina Batam.

Kegiatan dilaksanakan secara online yang disiarkan langsung melalui Google Meet. Sejak pagi, suasana pembukaan konferensi berlangsung dengan khidmat. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan ditutup dengan do’a. Tercatat sebanyak 101 peserta mengikuti secara online melalui Google Meet. Para peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen, konselor, hingga praktisi kesehatan mental tampak antusias menyimak tiap rangkaian kegiatan.
Konferensi internasional ini menghadirkan beragam perspektif berharga dari para ahli lintas negara:
- Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si (Dekan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) mengintegrasikan self-care bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab, baik terhadap kesehatan mental dan kestabilan emosional diri sendiri, maupun terhadap kualitas layanan profesional yang kita berikan kepada orang lain.
- Datin Dr. Siti Taniza Toha (Presiden PEKA Malaysia) pembudayaan self-care di berbagai dimensi (fisik, emosional, sosial, digital, dan lingkungan) sangat penting untuk menjaga kesehatan mental, mencegah burnout, serta mengatasi tantangan kerja maupun pendidikan. Komitmen menerapkan self-care secara konsisten di tingkat individu hingga komunitas merupakan investasi kunci untuk melahirkan masyarakat yang sehat, produktif, dan tangguh.
- Ainindita Aghniacakti, M.Psi., Psikolog (Psikolog dan Dosen UIN Malang) self-care adalah proses aktif menjaga kesehatan fisik, mental, sosial, hingga pekerjaan untuk mencegah burnout dan memperkuat kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Melalui strategi seperti mindfulness, olahraga, tidur berkualitas, self-compassion, dan hubungan sosial yang positif, kita dapat mengelola stres secara optimal serta memperlakukan diri sendiri dengan lebih baik.
- Muhammad Saffuan Abdullah, KB, PA. (Master Trainer & Kaunselor PEKA Malaysia) ketahanan emosional dikembangkan melalui praktik self-care harian yang mencakup self-compassion, mindfulness, dan gaya hidup sehat seperti dalam kerangka S.C.A.R.E untuk meningkatkan regulasi emosional, mengurangi depresi serta stres, dan menciptakan kesejahteraan mental yang berkelanjutan.
Menjelang siang hari, konferensi diakhiri dengan suasana hangat, penuh keakraban, dan kepuasan dari para peserta. Acara ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama penangkapan layar (screenshot) bersama peserta online. Semangat kepedulian terhadap kesehatan mental terpancar jelas hingga penutupan acara, sejalan dengan moto konferensi: “Care for Yourself, Thrive Together.”










