MIU Login

Tugas Akhir Tak Berhenti di Meja Sidang: Mahasiswa Ubah Hasil Penelitian Menjadi Buku Modul Pelatihan dan Raih HAKI

Malang – Sebuah langkah inovatif ditunjukkan dalam pelaksanaan tugas akhir mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pendampingan intensif dosen pembimbing, karya ilmiah mahasiswa berhasil dikembangkan menjadi sebuah buku modul pelatihan sekaligus didaftarkan sebagai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Pendampingan tersebut dilakukan oleh Jamaludin Ma’mun, M.Si., yang mendorong mahasiswa agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan mampu menjadi produk yang memiliki nilai guna, nilai akademik, dan nilai perlindungan hukum.

Transformasi tugas akhir menjadi buku modul pelatihan merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan. Modul yang disusun diharapkan dapat menjadi referensi praktis dalam kegiatan pelatihan, pendampingan, maupun pengembangan kapasitas sesuai dengan bidang kajian penelitian mahasiswa.

Selain menghasilkan buku, karya tersebut juga didaftarkan sebagai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa sekaligus memberikan perlindungan hukum atas karya intelektual yang dihasilkan.

Menurut Jamaludin Ma’mun, M.Si., mahasiswa perlu didorong untuk menghasilkan luaran penelitian yang lebih berdampak dan berkelanjutan.

“Tugas akhir bukan sekadar syarat kelulusan, tetapi dapat menjadi karya yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan, hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk akademik yang aplikatif serta memiliki nilai tambah melalui publikasi dan perlindungan HAKI,” ujarnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk menghasilkan tugas akhir yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Ke depan, penguatan budaya riset yang berorientasi pada luaran inovatif akan terus didorong melalui kolaborasi aktif antara mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan yang kompeten, tetapi juga menghasilkan karya-karya yang memiliki daya saing, kebermanfaatan, dan nilai keberlanjutan bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait