MIU Login

Menelaah Kufur secara Lebih Utuh, Karya Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang Terbit di Jurnal Kalimah SINTA 2

Malang, 9 Juli 2026 – Prof. Dr. Achmad Khudori Soleh, dosen Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, bersama Hanan Sava Tasya Kamila menerbitkan karya tulis ilmiah berjudul “Konsep Kufur dalam Tematik Al-Qur’an: Perspektif Teologis”. Artikel tersebut diterbitkan dalam Jurnal Kalimah, salah satu jurnal terakreditasi SINTA 2, sehingga menjadi sumbangsih keilmuan yang penting dalam pengembangan kajian teologi Islam, tafsir tematik Al-Qur’an, dan studi perilaku keberagamaan manusia.

Karya tulis ini berangkat dari penjelasan Al-Qur’an mengenai pengelompokan manusia berdasarkan sikap dan responsnya terhadap Tuhan, yaitu orang beriman, orang kafir, dan orang munafik. Melalui artikel ini, penulis berupaya memberikan pemahaman yang lebih mendalam, utuh, dan proporsional mengenai konsep kufur dalam Al-Qur’an. Konsep tersebut tidak hanya dipahami sebagai pengingkaran teologis, tetapi juga berkaitan dengan sikap batin, perilaku moral, serta respons manusia terhadap nikmat dan petunjuk Allah.

Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan atau library research dengan pendekatan tafsīr mawḍū‘ī atau tafsir tematik. Pendekatan tersebut digunakan untuk menghimpun, mengkaji, dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep kufur secara sistematis. Dengan demikian, pembahasan dalam artikel ini tidak hanya bertumpu pada satu ayat atau satu konteks tertentu, tetapi menelaah konsep kufur secara menyeluruh dalam bangunan pemikiran Al-Qur’an.

Hasil kajian menunjukkan bahwa istilah kufur muncul sebanyak 525 kali dalam 73 dari 114 surah Al-Qur’an. Temuan ini menunjukkan bahwa kufur merupakan salah satu tema penting yang mendapat perhatian besar dalam Al-Qur’an. Secara umum, Al-Qur’an menjelaskan dua kategori utama kufur. Pertama, kufur dalam bentuk pengingkaran terhadap Allah, baik melalui penyekutuan terhadap-Nya maupun penolakan terhadap keberadaan Allah dan Rasul-Nya. Kedua, kufur dalam bentuk ketidaksyukuran terhadap nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kufur dapat termanifestasi dalam berbagai bentuk penyimpangan perilaku, seperti fisq, fujūr, dan kezaliman. Dengan demikian, kufur tidak semata-mata dipahami sebagai persoalan keyakinan, tetapi juga dapat tercermin dalam perilaku sosial, tindakan moral, dan cara manusia menempatkan dirinya di hadapan nilai-nilai ketuhanan.

Artikel ini turut menguraikan faktor-faktor yang dapat mendorong munculnya sikap kufur. Faktor tersebut terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi sifat-sifat negatif manusia, sedangkan faktor eksternal mencakup kondisi lingkungan, kemiskinan, situasi politik, dan pengaruh budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kufur tidak dapat dilepaskan dari dinamika psikologis, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang memengaruhi kehidupan manusia.

Melalui publikasi di Jurnal Kalimah yang terakreditasi SINTA 2, karya tulis Prof. Dr. Achmad Khudori Soleh dan Hanan Sava Tasya Kamila menjadi kontribusi akademik yang relevan bagi pengembangan kajian Islam kontemporer. Artikel ini memperkaya khazanah keilmuan dalam memahami konsep kufur secara lebih komprehensif, terutama dengan menghubungkan dimensi teologis, moral, psikologis, dan sosial dalam perspektif Al-Qur’an.

Karya ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan pemerhati kajian Islam dalam memahami konsep kufur secara kritis dan proporsional. Selain itu, artikel ini juga menegaskan peran akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi pada penguatan kajian keislaman berbasis Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait