MIU Login

Putus Mata Rantai Revisi Abadi: Kualitas Draft Jadi Syarat Mutlak Plotting Pembimbing di Fakultas Psikologi

Malang – Banyak mahasiswa menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk menyamakan persepsi dengan dosen pembimbing. Untuk mengakhiri siklus ‘revisi tiada akhir’, Bimtek Penulisan Tugas Akhir tahun ini hadir dengan standar yang menantang. Mahasiswa tidak lagi ‘menunggu nasib’ mendapatkan pembimbing, melainkan menjemputnya dengan kualitas tulisan yang matang. Hasil dari Bimtek ini akan menjadi tolok ukur utama bagi program studi untuk memasangkan mahasiswa dengan pakar yang paling relevan.

Program Studi Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi meluncurkan standar baru melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Tugas Akhir yang digelar hari ini.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan penulisan biasa. Tahun ini, Bimtek tersebut bertransformasi menjadi instrumen filterisasi utama. Hasil karya tulis yang disusun dalam Bimtek ini akan menjadi syarat mutlak bagi mahasiswa untuk bisa mengajukan draf dan mendapatkan alokasi dosen pembimbing.

Bimtek sebagai “Tiket Masuk”

Ketua Pelaksana Ahmad Suseno menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk memutus rantai riset yang tidak terarah. Selama ini, mahasiswa seringkali mengajukan nama pembimbing sebelum memiliki pondasi riset yang kuat.

“Kita ingin mahasiswa datang ke dosen bukan dengan tangan kosong atau sekadar judul yang asal-asalan. Melalui Bimtek ini, mahasiswa ditantang untuk membuktikan validitas ide riset mereka. Jika tulisan tidak memenuhi standar minimum dalam Bimtek, maka proses administrasi bimbingan belum bisa diproses,” tegasnya.

Pendekatan Realistis: Riset yang Selesai, Bukan Sekadar Sempurna

Hook menantang yang diangkat dalam program ini adalah “Menulis untuk Lulus, Riset untuk Solusi.” Mahasiswa dipaksa keluar dari zona nyaman teori yang mengawang-awang dan beralih ke metodologi yang praktis dan dapat diselesaikan (feasible).

Materi yang disampaikan meliputi:

  1. Strategi mengetahui Literature Review: Membedah gap penelitian agar layak terbit.
  2. Manajemen Referensi Digital: Memastikan integritas akademik tanpa terjebak plagiarisme.
  3. Logika Proposal Kilat: Teknik menyusun bab 1 hingga 3 secara sistematis dalam waktu singkat.

Transformasi Mental Mahasiswa

Dengan menjadikan Bimtek sebagai prasyarat mendapatkan pembimbing, program ini secara otomatis menyeleksi mahasiswa yang benar-benar siap secara intelektual. Harapannya, frekuensi revisi yang berulang-ulang di masa depan dapat ditekan karena kualitas draf awal sudah “teruji” sejak di level Bimtek. Kebijakan ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi seluruh civitas akademika bahwa tugas akhir adalah sebuah karya profesional yang memerlukan persiapan matang, bukan sekadar formalitas kelulusan yang dikebut dalam semalam.

 

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait