MIU Login

Saat Kesedihan Dibaca sebagai Jalan Pulih, Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang Kaji Konsep Al-Ḥuzn dalam Al-Qur’an

 

Malang, 9 Juli 2026 – Dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Khudori Soleh, bersama mahasiswa Fina Salsabila Tuada MF, menyusun karya tulis ilmiah berjudul “Konsep Kesedihan (Al-Ḥuzn) dalam Al-Qur’an sebagai Terapi dan Solusi Emosional Islami.” Tulisan ini menjadi sumbangsih akademik dalam memperkaya kajian psikologi Islam, tafsir tematik Al-Qur’an, serta pengembangan pendekatan konseling Islami berbasis nilai-nilai Qur’ani.

Karya tulis ini mengangkat konsep al-ḥuzn atau kesedihan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu dimensi emosional manusia yang memiliki makna spiritual dan psikologis yang kompleks. Kesedihan tidak semata-mata dipahami sebagai pengalaman negatif, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika batin manusia yang dapat diarahkan menuju pemulihan, keteguhan, dan kedewasaan spiritual.

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna, variasi bentuk, serta solusi Qur’ani terhadap kesedihan. Selain itu, kajian ini juga berupaya mengintegrasikan konsep al-ḥuzn dengan kerangka psikologi positif, khususnya dalam melihat bagaimana manusia dapat menemukan makna, membangun ketahanan diri, dan tetap terlibat secara positif dalam kehidupan meskipun mengalami tekanan emosional.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan tafsir tematik atau maudhu‘i. Proses kajian dilakukan melalui identifikasi terhadap 42 ayat Al-Qur’an yang memuat lafaz al-ḥuzn, kemudian dilanjutkan dengan klasifikasi konteks ayat, analisis semantik-tafsir, serta kategorisasi solusi melalui coding tematik berbasis makna.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-ḥuzn dalam Al-Qur’an muncul dalam bentuk fi‘il dan isim yang merepresentasikan dinamika emosi manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa kesedihan dalam Al-Qur’an tidak diposisikan sebagai sesuatu yang harus dihapus sepenuhnya, melainkan sebagai emosi manusiawi yang perlu diarahkan agar tidak berlarut-larut dan tidak melemahkan kehidupan spiritual maupun psikologis seseorang.

Kajian ini juga menemukan adanya delapan solusi Qur’ani yang berbasis fungsi psikospiritual. Solusi tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan arahan praktis dan reflektif dalam menghadapi kesedihan, baik melalui penguatan iman, pemaknaan hidup, kesabaran, ketawakalan, maupun orientasi spiritual yang lebih luas.

Menariknya, konsep al-ḥuzn dalam Al-Qur’an juga dinilai memiliki keselarasan dengan psikologi positif, terutama model PERMA yang dikembangkan oleh Martin Seligman. Keselarasan tersebut tampak pada aspek meaning, engagement, dan resilience, yakni kemampuan manusia untuk menemukan makna, tetap terlibat dalam kehidupan, serta membangun ketahanan diri ketika menghadapi tekanan emosional.

Melalui kajian ini, Prof. Dr. Khudori Soleh dan Fina Salsabila Tuada MF menegaskan bahwa kesedihan dapat dipahami sebagai proses adaptif yang tidak selalu melemahkan manusia. Dalam perspektif Qur’ani, kesedihan justru dapat ditransformasikan menjadi kekuatan spiritual apabila dikelola melalui pendekatan yang tepat, reflektif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Karya tulis ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik bagi mahasiswa, dosen, peneliti, konselor, dan pemerhati psikologi Islam dalam memahami kesedihan secara lebih utuh. Selain itu, kajian ini juga membuka peluang pengembangan model konseling Islami yang lebih operasional, holistik, dan relevan dengan kebutuhan emosional masyarakat kontemporer.

Dengan demikian, tulisan ini tidak hanya memperkaya kajian tafsir tematik Al-Qur’an, tetapi juga memberi kontribusi penting bagi pengembangan psikologi Islam, khususnya dalam merumuskan pendekatan pemulihan emosional yang memadukan dimensi spiritual, psikologis, dan kemanusiaan.

berikut link untuk dapat mengakses artikel : https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/JSI/article/view/12932/2859

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait