MIU Login

Hadapi Ketidakpastian Digital dan Konflik Global, Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang Gelar Psychology and Flourishing Humanity Conference ke-5

MALANG – Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Psychology and Flourishing Humanity Conference (PFH Conference) untuk yang kelima kalinya pada Selasa, 6 Oktober 2026. Mengusung tema “Compassionate Psychological Capital in the Age of Digital Uncertainty and Global Conflict”, konferensi internasional ini diselenggarakan secara hybrid dengan pusat kegiatan di Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan diikuti hingga 450 peserta dari berbagai universitas dalam negeri maupun luar negeri. Perhelatan akademik tahunan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun mancanegara untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta mendiskusikan berbagai tantangan psikologis yang muncul di tengah perubahan teknologi, dinamika sosial, dan konflik global.

Dalam welcoming speech-nya, Dekan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam pembukaan konferensi dan seluruh peserta, baik dari Indonesia maupun berbagai negara. Menurut Prof. Siti, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), derasnya arus informasi dan misinformasi, konflik geopolitik, polarisasi sosial, serta tekanan kehidupan telah menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi kondisi psikologis manusia. Karena itu, ilmu psikologi tidak cukup hanya berperan dalam menjelaskan berbagai persoalan psikologis, tetapi juga perlu berkontribusi dalam membangun kehidupan yang lebih sehat dan bermakna.

Prof. Siti menjelaskan bahwa tema Compassionate Psychological Capital yang diangkat dalam PFH Conference ke-5 berangkat dari konsep Psychological Capital yang mencakup empat kekuatan psikologis utama, yaitu self-efficacy, hope, resilience, dan optimism. Keempat kekuatan tersebut kemudian ditempatkan dalam perspektif compassion atau kepedulian terhadap sesama.

“Kekuatan psikologis tanpa kepedulian bisa menjadi individualistik dan kompetitif, sedangkan kepedulian tanpa ketangguhan sulit bertahan di bawah tekanan. Keduanya perlu dipadukan dengan kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Siti berharap PFH Conference dapat menjadi ruang akademik yang inklusif, interdisipliner, dan internasional untuk mempertemukan penelitian, gagasan teoretis, serta praktik terbaik dari berbagai bidang psikologi. Prof. Siti Mahmudah menutup sambutannya dengan harapan agar PFH 2026 tidak berhenti sebagai forum akademik semata, tetapi menjadi ruang untuk membangun kemanusiaan yang berbelas kasih, tangguh, dan berdaya.

Selanjutnya, pembukaan konferensi secara resmi dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Basri, Ph.D., yang hadir mewakili Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dr. H. Basri, Ph.D. menempatkan PFH Conference sebagai bagian dari tradisi akademik yang perlu terus dikembangkan di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia mendorong agar forum ilmiah seperti PFH Conference dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan akademik yang lebih berkelanjutan, termasuk diskusi atau kajian rutin. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem akademik yang tidak hanya produktif secara kuantitatif, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan memberikan dampak.

Dalam sambutannya, WR Bidang Akademik juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah. Menurutnya, peningkatan jumlah publikasi perlu diiringi dengan peningkatan mutu penelitian dan kontribusi akademiknya. Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus kreatif membangun kegiatan akademik yang produktif dan berdampak. Mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika diharapkan tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi turut berperan aktif dalam menghasilkan, mengembangkan, dan menilai kualitas pengetahuan melalui budaya akademik yang sehat.

Sejalan dengan harapan tersebut, hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan dalam PFH Conference diharapkan dapat terus dikembangkan melalui publikasi ilmiah. Karya-karya terpilih dalam PFH Conference akan difasilitasi untuk dikembangkan menuju prosiding internasional serta peluang publikasi pada jurnal Atlantis, termasuk Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) yang terakreditasi SINTA 2 dan Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Islam yang terakreditasi SINTA 3.

PFH Conference 2026 menghadirkan tiga keynote speakers terkemuka dari berbagai negara. Dr. Chiedu Eseadi dari University of Johannesburg, Afrika Selatan, membawakan materi “Parental Support and Student Mental Health in Online Learning Environment”. Selanjutnya, Prof. Madya Dr. Jami’ah Manap dari Universiti Kebangsaan Malaysia menyampaikan materi “Family Well-Being Model”, sementara Prof. Dr. Ali Ridho, M.Si. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membawakan materi “Are Young People Really Flourishing in the Digital Age?”. Rangkaian konferensi dilanjutkan dengan parallel panel discussion yang mempertemukan peserta dalam diskusi tematik, kemudian paper presentation session yang diikuti oleh 45 presenter ilmiah. Para presenter berasal dari dosen dan mahasiswa di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang maupun dari berbagai perguruan tinggi lainnya. Beberapa di antaranya berasal dari Universitas Hasanuddin, Universitas Merdeka, Universitas Trunojoyo, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam paper presentation session, para presenter dibagi ke dalam empat breakout room Zoom berdasarkan tema penelitian yang dipresentasikan, yaitu Clinical Psychology, Organizational Psychology, Educational Psychology, dan Social Psychology. Pembagian tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mendiskusikan hasil penelitian secara lebih spesifik sekaligus membuka peluang pertukaran gagasan dan jejaring akademik lintas institusi. Berbagai isu yang dibahas mencakup intervensi kesehatan mental dalam situasi konflik, kesehatan mental generasi digital, masa depan dunia kerja di era AI, keberlanjutan organisasi, kesehatan mental siswa dalam pembelajaran daring, flourishing education, polarisasi digital, psychological safety, hingga upaya membangun harmoni sosial di era digital.

Melalui penyelenggaraan PFH Conference untuk kelima kalinya, Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk memperkuat tradisi akademik, jejaring kolaborasi, dan kontribusi keilmuan psikologi di tingkat nasional maupun internasional. PFH Conference 2026 diharapkan mampu mendorong lahirnya individu, organisasi, dan masyarakat yang semakin resilient, hopeful, compassionate, dan flourishing, sekaligus memperkuat posisi Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai bagian dari jejaring akademik psikologi yang berorientasi pada pengembangan ilmu dan kemaslahatan manusia.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait