Malang – Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi psikologi dengan berpartisipasi aktif pada Kolokium Khusus Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) XXXII yang diselenggarakan di Bandung. Forum nasional ini menjadi ruang strategis bagi para dekan, ketua jurusan, dan pengelola program studi psikologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mendiskusikan arah pengembangan kurikulum psikologi yang responsif terhadap tantangan zaman, khususnya di era Generative Artificial Intelligence (AI).
Delegasi Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si., didampingi Ketua Jurusan Psikologi. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen Fakultas Psikologi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pendidikan psikologi nasional melalui forum AP2TPI.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si. menegaskan bahwa Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang senantiasa mengikuti sekaligus berpartisipasi aktif dalam setiap pengembangan kurikulum yang dirumuskan AP2TPI sebagai upaya menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan kurikulum yang diterapkan oleh AP2TPI. Hal ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan psikologi yang mampu menjawab tantangan zaman serta memperkuat peran ilmu psikologi agar memberikan dampak nyata di tengah masyarakat, terutama pada era Generative AI yang menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan baru,” ujar Prof. Siti Mahmudah.
Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya mengubah cara manusia bekerja dan belajar, tetapi juga menghadirkan berbagai persoalan psikologis, etika, serta dinamika sosial yang membutuhkan kontribusi nyata dari disiplin ilmu psikologi. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan psikologi harus terus dikembangkan agar mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, berpikir kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Kolokium Khusus AP2TPI XXXII juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi penyelenggara pendidikan psikologi dalam menyusun kebijakan akademik yang selaras dengan kebutuhan nasional maupun perkembangan global. Berbagai isu strategis yang dibahas diharapkan mampu menjadi pijakan dalam menghasilkan kurikulum yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam forum ini, Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat jejaring akademik nasional, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu mencetak psikolog dan sarjana psikologi yang unggul, berkarakter ulul albab, serta siap menghadapi tantangan masa depan di era transformasi digital.








One Response
artikel ini sangat bermanfaat bagi saya dan orang banyak
saya juga yakin sejauh ini halaman inilah yg paling bagus