MIU Login

Yudisium Fakultas Psikologi UIN Malang 2025: Wujudkan Sarjana Unggul Berlandaskan Islam, Intelektual, dan Moral

Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Yudisium Periode III Tahun 2025 di Aula Gedung C Lantai 3. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Psikologi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Husna Najwa Al-Maula. Kegiatan resmi dibuka dengan laporan Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Muallifah, M.A., yang menyampaikan bahwa yudisium kali ini diikuti oleh 153 mahasiswa, terdiri dari Program Studi Sarjana Psikologi dan Program Studi Magister Psikologi.

Pada yudisium periode ini, penghargaan Prestasi Akademik dengan IPK terbaik dan masa studi tercepat diraih oleh Rushoyfah Himamie (Prodi Sarjana Psikologi) dengan IPK 3,89 dalam masa studi 8 semester, serta Norma Hasanatul Magfiroh (Prodi Magister Psikologi) dengan IPK 3,88 dalam masa studi 4 semester. Selain itu, penghargaan Prestasi Non-Akademik tingkat nasional dan internasional diberikan kepada enam mahasiswa Prodi Sarjana Psikologi, yaitu Rayna Farras Adristi Amanda, Nahda Tarisha Diningrum, Mirza Aaliyah Agung, Rezky Puspita, Delima Agmara Susilo, dan Norma Hasanatul Magfiroh. Para penerima penghargaan ini berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang paduan suara, karate, menulis, esai ilmiah, hingga ajang Duta Santri Nasional 2023. Sementara itu, penghargaan khusus hafalan tahfidz Al-Qur’an 30 juz diberikan kepada Husna Neily (Prodi Sarjana Psikologi) dan Putri Afifah Nahdah (Prodi Magister Psikologi).

Momentum yudisium juga diisi dengan pembekalan alumni yang menghadirkan Huda Nur Aziz, M.Psi., M.M., Psikolog, salah satu alumni FakultasPsikologi UIN Malang. Beliau kini berkarier sebagai Site Supervisor Human Capital General Affair di PT. Prima Sakti Asia, sekaligus Founder AKSARA JIWA Psycho consulting dan dosen psikologi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Timur. Membawakan materi bertema “Transformasi Lulusan Menuju Insan Profesional yang Kompetitif di Dunia Kerja”, beliau menekankan pentingnya disiplin, daya juang tinggi, serta kemampuan membangun keunggulan diri di tengah ketatnya persaingan dunia kerja. Menurutnya, lulusan Fakultas Psikologi UIN Malang memiliki kelebihan khas berupa nilai spiritualitas, yang dapat menjadi identitas sekaligus “branding” dalam menapaki karir profesional. Ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru yang menuntut semangat belajar, keterampilan, dan pengembangan diri yang berkesinambungan.

Nuansa syukur dan refleksi semakin terasa saat perwakilan mahasiswa yudisium, Norma Hasanatul Magfiroh menyampaikan sambutan. Ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah garis akhir, melainkan langkah baru dari sebuah proses panjang yang penuh dinamika. “Hidup yang baik adalah sebuah perjalanan yang terus bergerak, ditempa suka duka, serta tantangan yang membuat pribadi semakin dewasa,” ungkapnya. Norma juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan atas bimbingan, dedikasi, serta kesabaran selama proses pendidikan. Sebagai mahasiswa program fast track yang juga menyabet gelar Duta Santri Nasional, ia menekankan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya milik mereka yang meraih IPK tertinggi, tetapi juga bagi siapa pun yang berani berjuang, bangkit dari kegagalan, dan terus melangkah menuju masa depan.

Rangkaian acara dilengkapi dengan orasi ilmiah oleh Dr. Novia Sholichah, M.Psi., Psikolog, Ketua Prodi Magister Psikologi. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa kedewasaan tidak diperoleh dari bangku sekolah, melainkan ditempa melalui berbagai krisis kehidupan—baik dalam karier, pendidikan, keuangan, relasi, maupun sosial. Lulusan diingatkan untuk tidak terjebak dalam kebiasaan menyalahkan diri atau membandingkan diri dengan orang lain, karena hidup bukanlah kompetisi dengan sesama, melainkan proses berkembang bagi diri sendiri. “Kegagalan bukanlah akhir, melainkan pelajaran berharga. Di tengah arus digitalisasi, kecerdasan buatan, dan globalisasi, yang bertahan bukanlah yang paling pintar, melainkan yang paling adaptif terhadap perubahan,” ujarnya. Ia menutup orasi dengan menekankan bahwa kesuksesan lahir dari sikap positif, dukungan lingkungan, dan keyakinan diri yang konsisten.

Sebagai puncak acara, Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Siti Mahmudah, M.Si., memberikan sambutan yang sarat makna. Beliau berpesan kepada para yudisiawan untuk selalu menjaga agama, menghormati almamater, dan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat. Beliau berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam bekerja, membina rumah tangga, maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Tak lupa, beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses pendidikan, baik dari dosen maupun tenaga kependidikan. Acara kemudian ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh M. Arif Furqon, M.Psi., Psikolog, sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara, Yudisium Periode III Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025 tidak hanya menjadi momentum pelepasan para lulusan, tetapi juga penegasan komitmen fakultas dalam mewujudkan Sarjana Unggul: Islam, Intelektual, dan Moral. Komitmen ini menjadi pengingat bahwa lulusan psikologi UIN Malang diharapkan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai spiritual keislaman serta menjunjung tinggi integritas moral. Para sarjana dan magister baru ini diharapkan mampu menjadi insan yang berdaya saing global sekaligus member kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

 

Berita Terkait