MIU Login

Hadiri Workshop Psikologi UIN Malang, Apsifor Tegaskan Pentingnya Rapport dalam Pemeriksaan Forensik

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Dalam dunia kejahatan, baik tersangka maupun korban mengalami stres psikologis. Karena itu, psikolog berperan penting membangun rapport saat melakukan pemeriksaan forensik. Suasana aman akan membuka pintu awal untuk hasil pemeriksaan yang efektif.

Hal itu disampaikan oleh psikolog forensik Zera Mendoza pada Jumat (03/11) dalam Workshop Pemeriksaan Psikologi Forensik Pelaku Kekerasan Seksual. Workshop ini diadakan oleh Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai salah satu rangkaian acara dari Temu Ilmiah Nasional XII Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Dalam kesempatan ini, Zera menjelaskan tiga komponen penting dalam membangun rapport. Menurutnya, seorang psikolog harus menciptakan rasa aman bagi subyek pemeriksaan, membangun kekerabatan dan keterbukaan, serta menjaga suasana bebas intimidasi.

 

“Kehadiran kita (psikolog) itu bukan untuk memberatkan dia atau meringankan, tetapi agar semua pihak mendapatkan keadilan sesuai proporsinya masing-masing,” ujar wakil ketua Apsifor tersebut

Berbeda dari psikolog klinis, Zera menegaskan psikolog forensik harus terhindar dari bias demi menghasilkan rekomendasi pemeriksaan forensik yang objektif. “Karena klien kita adalah keadilan itu sendiri,” pungkasnya.

Tak hanya workshop ini saja, Fakultas Psikologi UIN Malang juga menawarkan lima workshop lain dengan topik berbeda yang dihadiri oleh pemateri psikolog forensik Apsifor lainnya. Keseluruhan workshop ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk psikolog anggota dan non-anggota Apsifor.

oleh Sean Kafka Adhyaksa[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Berita Terkait