MIU Login

Rektor UIN Malang Tekankan Konvergensi Tridarma Berbasis SDGs dalam Koordinasi Awal Perkuliahan Fakultas Psikologi

MALANG – Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan koordinasi awal perkuliahan bersama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pelaksanaan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan arah pengembangan universitas.

Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa pelaksanaan tridarma perguruan tinggi tidak boleh berjalan secara terpisah. Pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat harus dikembangkan melalui pendekatan yang saling terhubung dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Hal yang harus ditonjolkan adalah konvergensi tridarma berbasis Sustainable Development Goals, Indeks Pembangunan Manusia, dan ekoteologi. Moderasi beragama serta integrasi sains dan Islam juga perlu diperkuat melalui penyusunan buku modul,” tegas Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.

Konvergensi Tridarma Berbasis SDGs dan IPM

Konvergensi tridarma dimaknai sebagai pengintegrasian kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu kerangka akademik yang berkelanjutan. Materi yang disampaikan dalam perkuliahan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat dikembangkan menjadi penelitian serta diterapkan melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks Fakultas Psikologi, pendekatan tersebut dapat diwujudkan melalui pembelajaran dan penelitian yang merespons berbagai persoalan psikologis dan sosial, seperti kesehatan mental, ketahanan keluarga, perkembangan anak dan remaja, kesejahteraan masyarakat, pendidikan inklusif, perubahan perilaku, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

Seluruh kegiatan akademik tersebut perlu diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs, terutama tujuan yang berkaitan dengan kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan, pengurangan ketimpangan, serta pembangunan masyarakat yang damai dan inklusif.

Rektor juga menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Perguruan tinggi diharapkan menghasilkan pembelajaran dan penelitian yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan psikologis, dan keberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan tridarma tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari relevansi, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Menguatkan Perspektif Ekoteologi

Selain SDGs dan IPM, ekoteologi menjadi salah satu perspektif penting yang perlu diintegrasikan dalam pelaksanaan tridarma. Ekoteologi menghubungkan kesadaran keagamaan dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.

Perspektif ini penting karena persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga berdampak terhadap kondisi psikologis, hubungan sosial, ketahanan keluarga, dan kesejahteraan masyarakat. Fakultas Psikologi dapat berkontribusi melalui kajian perilaku prolingkungan, psikologi lingkungan, kecemasan akibat perubahan iklim, resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana, serta pengembangan intervensi perubahan perilaku yang mendukung kelestarian alam.

Integrasi ekoteologi juga diharapkan dapat membentuk kesadaran mahasiswa bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab akademik, sosial, dan spiritual.

Moderasi Beragama Diperkuat melalui Buku Modul

Rektor selanjutnya mengarahkan agar penguatan moderasi beragama tidak hanya disampaikan sebagai wacana, tetapi diterjemahkan dalam bentuk perangkat pembelajaran yang sistematis dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

Salah satu luaran yang didorong adalah penyusunan buku modul moderasi beragama. Modul tersebut diharapkan memuat konsep, nilai, studi kasus, metode pembelajaran, aktivitas reflektif, dan instrumen evaluasi yang relevan dengan karakteristik keilmuan setiap fakultas.

Di Fakultas Psikologi, moderasi beragama dapat dikaji melalui perspektif perkembangan individu, perilaku sosial, prasangka, toleransi, empati, identitas kelompok, resolusi konflik, kesehatan mental, dan kehidupan masyarakat multikultural. Pendekatan psikologi diharapkan mampu memperkuat implementasi moderasi beragama secara ilmiah, kontekstual, dan aplikatif.

Buku modul juga dapat menjadi pedoman bersama bagi dosen dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam proses pembelajaran tanpa menghilangkan kekhasan dan capaian pembelajaran masing-masing mata kuliah.

Integrasi Sains dan Islam Menjadi Karakter Akademik

Hal lain yang memperoleh perhatian khusus adalah penguatan integrasi sains dan Islam. Integrasi tersebut harus tampak secara konkret dalam kurikulum, rencana pembelajaran semester, materi perkuliahan, penelitian, publikasi ilmiah, serta program pengabdian kepada masyarakat.

Rektor mendorong penyusunan buku modul integrasi sains dan Islam sebagai rujukan akademik bagi dosen dan mahasiswa. Modul ini diharapkan tidak sekadar menempatkan ayat Al-Qur’an atau hadis sebagai pelengkap materi, melainkan membangun dialog epistemologis antara ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kebutuhan masyarakat.

Bagi Fakultas Psikologi, integrasi tersebut dapat dikembangkan melalui kajian psikologi Islam, kesehatan mental berbasis nilai keagamaan, psikologi keluarga, perkembangan manusia, konseling, psikologi sosial, psikologi pendidikan, dan psikologi organisasi. Proses integrasi tetap perlu dilaksanakan dengan pendekatan ilmiah, metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Melalui koordinasi awal perkuliahan ini, Fakultas Psikologi diharapkan dapat menyusun langkah akademik yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan universitas. Koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan memastikan setiap mata kuliah mempunyai keterkaitan dengan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, SDGs, IPM, ekoteologi, moderasi beragama, serta integrasi sains dan Islam.

Penguatan berbagai aspek tersebut diharapkan dapat menjadikan perkuliahan di Fakultas Psikologi semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mempertegas identitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi Islam yang mengembangkan keilmuan secara integratif, transformatif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait