MIU Login

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Rayakan Dies Maulidiyah ke-64: INTEGRATIF, INSPIRATIF, KONTRIBUTIF, DAN GLOBALLY INNOVATIVE

Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi memulai rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 dengan semangat integrasi antara spiritualitas, intelektualitas, dan kepedulian sosial. Acara pembukaan (kickoff) yang digelar di kampus I ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa dari seluruh fakultas. Momentum ini bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Dunia, menjadikannya lebih bermakna dengan pesan utama: “Sehat Jiwa, Bahagia Bersama”.

Sinergi Semangat Perayaan dan Kepedulian Sosial

Dalam sambutannya, Dr. Siti Mahmudah, M.Si., Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara semangat perayaan kampus dan kepedulian terhadap isu sosial di masyarakat.“Kami sadar bahwa segala keinginan yang dilakukan tanpa berdoa itu kurang berkah, dan berdoa tanpa berusaha adalah kebohongan. Karena itu, tema tahun ini kami angkat: Integratif, Inspiratif, Kontributif, dan Globally Innovative” ujar beliau.Dr. Siti Mahmudah, M.Si., juga menambahkan, rangkaian kegiatan Dies akan berlanjut hingga akhir Oktober melalui program “Psikologi Mengabdi Goesto Pesantren” yang mengusung tema Sehat Mental, Bahagia Bersama.

Program ini menjadi langkah nyata mahasiswa Psikologi untuk menebar manfaat langsung kepada masyarakat.Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyoroti pentingnya kolaborasi lintas fakultas dalam mewujudkan pengabdian masyarakat yang berdaya guna.“Kita punya kekuatan luar biasa di setiap fakultas arsitektur membantu pesantren, teknik mendukung komunitas, psikologi mendampingi kesehatan mental anak-anak, dan kedokteran hadir langsung di tengah masyarakat. Tapi kalau berjalan sendiri-sendiri, dampaknya tidak akan terasa. Karena itu, kita harus bergandengan tangan,” tegas beliau.

Prof. Ilfi juga mengajak seluruh sivitasakademika untuk membangun kesadaran ekologis dan sosial dengan menjadikan UIN Malang sebagai greencampus dan smartcampus menuju 2029.Prof. Ilfi menekankan pentingnya pembaruan diri, relevansi kurikulum, serta kesiapan lulusan untuk terserap di dunia kerja.“Menjadi profesor bukan berarti berhenti belajar, menjadi doktor bukan berarti bangga pada gelarnya. Tapi bagaimana keberdampakan kita terhadap masyarakat. Khoirunnasanfa’uhumlinnassebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya,” tegas beliau.

Setelah sambutan, dilanjutkan dengan penanaman bunga lily dan pelepasan balon oleh pimpinan universitas. Simbol ini menandai dimulainya rangkaian Dies Maulidiyah sekaligus menjadi bentuk pelepasan emosi negatif dan afirmasi positif. Momen ini menggambarkan semangat integrasi antara ilmu, nilai, dan kemanusiaan yang menjadi identitas kampus Ulul Albab.

Ketua pelaksana kegiatan, Bapak Muhammad Anwar Fu’ady, S.Psi., M.A., menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa yang terlibat dalam promosi kesehatan mental.“Psikologi bukan hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dibagikan. Saya harap ke depan kegiatan seperti ini bisa menjangkau masyarakat lebih luas, terutama di sekitar Malang,” ujar beliau.Sementara itu, Dr. Siti Mahmudah, M.Si menambahkan rasa syukurnya atas lancarnya kegiatan yang diisi dengan sholawatan, longmarch kesehatan mental, dan doa bersama untuk para pendiri UIN Malang.

“Longmarch hari ini luar biasa. Mahasiswa dari semua fakultas ikut memeriahkan dengan yel-yel positif. Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan itu berawal dari jiwa yang sehat. Mari terus tumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental adalah ibadah dan bagian dari kecerdasan spiritual,” ungkap beliau.

Kepala Laboratorium Konseling, Ibu Rika Fu’aturosida, S.Psi., M.A., juga memberikan refleksi bermakna. “Momentum Dies ke-64 ini sangat inspiratif karena menggabungkan semangat perayaan kampus dengan refleksi diri. Kesehatan mental adalah fondasi untuk tumbuh bersama dan saling menguatkan. Salam Sehat Jiwa!” ujar beliau.

Pryanka, salah satu peserta dari Fakultas Psikologi, turut berbagi kesan positif.“Kegiatan ini membuat saya sadar bahwa psikologi tidak berhenti di teori, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal sederhana seperti mendengarkan dan memberi ruang aman bagi orang lain bisa sangat berarti. Carestartsfromempathy, kepedulian dimulai dari empati,” ujarnya penuh semangat.

Melalui rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya merayakan usia, tetapi juga meneguhkan peran perguruan tinggi Islam sebagai agen perubahan sosial. Dengan semangat Integratif, Inspiratif, Kontributif, dan Globally Innovative, UIN Malang menempatkan kesehatan mental, kepedulian sosial, dan spiritualitas sebagai fondasi menuju kampus yang unggul bereputasi internasional dan berdampak bagi peradaban dunia.

Berita Terkait