MIU Login

Pesan Adaptif Wakil Rektor III dan Survival Kit Jadi Bekal Mahasiswa Baru di PBAK Psikologi 2025

Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 21 Agustus 2025 memasuki hari kedua dengan suasana penuh semangat. Rangkaian acara yang berlangsung di ITC Kampus 3 ini berjalan tertib, menghadirkan materi yang inspiratif sekaligus membekali mahasiswa baru dengan wawasan praktis untuk menghadapi dunia perkuliahan.

Agenda diawali dengan pengarahan dari Wakil Rektor III, Prof. H. TriyoSupriyatno, S.Pd., M.Ag., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan tema besar PBAK Fakultas Psikologi 2025, yaitu “Adaptif dalam Ilmu, Kontributif dalam Aksi: Psikologi Maliki Muda untuk Peradaban Dunia.” Prof. Triyo menegaskan bahwa sikap adaptif merupakan keterampilan penting di era perubahan yang begitu cepat. Mahasiswa, menurutnya, tidak cukup hanya menguasai teori di kelas, melainkan juga harus memiliki kepekaan sosial serta kesadaran terhadap isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat. Dengan sikap tersebut, mahasiswa Psikologi diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Setelah pengarahan dari Wakil Rektor III, acara dilanjutkan dengan materi motivasi dari salah satu alumni berprestasi, M. UlyaulUmam, S.Ag., S.Psi., M.Psi. Sosok alumni fast track ini berhasil menyelesaikan dua gelar sarjana sekaligus di UIN Malang, menjadikannya figur yang relevan dan inspiratif bagi mahasiswa baru. Pada kesempatan tersebut, ia membawakan materi berjudul “Survival Kit Mahasiswa” yang dirancang untuk memberikan bekal praktis menghadapi tantangan selama menjalani perkuliahan.

Dalam paparannya, Ulyaul Umam menekankan pentingnya membangun fondasi diri melalui niat baik, sikap optimis, dan prasangka baik yang menjadi energi pendorong dalam meraih tujuan akademik. Ia juga mengingatkan bahwa kunci kesuksesan tidak hanya terletak pada kecerdasan, tetapi juga pada kemampuan mengelola waktu dengan bijak. Untuk itu, ia memperkenalkan konsep tiga lingkar kehidupan yang membantu mahasiswa memahami batas kendali mereka sehingga bisa fokus pada hal-hal yang benar-benar bermanfaat. Lebih jauh, ia menyoroti tantangan yang kerap muncul berupa rasa malas. Menurutnya, rasa malas merupakan musuh utama produktivitas yang dapat diatasi dengan cara menetapkan tujuan yang jelas, mencari motivasi eksternal melalui tindakan sederhana seperti membahagiakan orang lain, serta memanfaatkan trik-trik sederhana untuk tetap bergerak. Tak lupa, ia juga mengingatkan peran doa sebagai penguat spiritual yang mampu menjaga konsistensi mahasiswa dalam perjalanan akademik mereka.

Sesi motivasi ini mendapat sambutan antusias dari para mahasiswa baru yang terlihat serius menyimak materi. Banyak di antara mereka merasa mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana mengelola diri di dunia kampus yang penuh dinamika. Hari kedua PBAK Fakultas Psikologi 2025 ini pada akhirnya tidak hanya sekadar menjadi agenda formal pengenalan kampus, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memadukan nilai akademis, mental, dan spiritual. Dengan bekal yang diberikan, mahasiswa baru diharapkan mampu menjalani masa studinya dengan lebih adaptif, produktif, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban.

Berita Terkait