Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan Kuliah Praktisi Nasional dalam rangka Stadium Generale bertema “Menata Jiwa, Merajut Harapan: Kesehatan Mental dalam Spirit Psikologi dan Islam.” Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Maulidiyah UIN Malang ke-64 dan dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025, di Auditorium Fakultas Psikologi.Acara dibuka dengan penampilan tarian tradisional mahasiswa yang menambah semarak suasana. Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Rektor I, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D., dan Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Siti Mahmudah, M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Mahmudah menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai Islam dan ilmu psikologi dalam menata kesehatan mental masyarakat modern.
“Ketenangan jiwa bukan semata hasil terapi atau teori, tetapi buah dari jiwa yang terhubung dengan Ilahi Rabbi—jiwa yang mampu menata luka menjadi hikmah dan mengubah kesedihan menjadi kekuatan,” ujar beliau.
Dr. Mahmudah juga menyoroti beragam kegiatan Dies Maulidiyah ke-64, mulai dari International Conference hingga peringatan Hari Santri yang akan digelar pada 22 Oktober mendatang. Ia mengajak sivitas akademika untuk menumbuhkan semangat kolaborasi antara sains dan iman demi membangun peradaban Islam yang berkeadaban.
Sementara itu, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D. dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya transformasi perguruan tinggi menuju research-based university yang berorientasi pada riset berdampak (impactful research).
“Perguruan tinggi yang maju adalah yang menyeimbangkan kebebasan akademik dengan dukungan pendanaan yang kuat. Transformasi inilah yang melahirkan ilmuwan besar dunia, dan semangat itu perlu kita tanamkan di Indonesia,” tegas beliau.
Suasana hangat pun tercipta saat Dr. Basri membalas pantun yang disampaikan oleh Dekan Psikologi, menandakan kekompakan dan keakraban antar pimpinan universitas.

Inspirasi dari Praktisi dan Akademisi Nasional

Narasumber utama, Dra. Reni Kusumawardhani, M.Psi., Psi., praktisi psikologi sekaligus anggota Kelompok Ahli BNPT RI, menyampaikan materi bertajuk “Menata Jiwa, Merajut Harapan.” Dengan gaya interaktif dan penuh energi positif, beliau mengajak peserta memahami kesehatan mental sebagai keseimbangan antara kesadaran diri, produktivitas, dan kepedulian sosial.
“Kesehatan mental bukan hanya tentang tidak stres, tetapi kemampuan untuk tetap produktif, adaptif, dan bijak mengelola emosi,” jelas beliau.
Dalam sesi experiential learning, peserta diajak melakukan refleksi dan psikodrama untuk memahami konsep regulasi emosi dan coping stress adaptif. Beliau juga mengingatkan pentingnya empati dan dukungan sosial di lingkungan mahasiswa.
Pemateri kedua, Dr. Mokhamad Yahya, M.Ag., Ketua Program Studi Magister Studi Islam dan Kepala Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya UIN Malang, menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi pengembangan ilmu. Selain aktif di dunia akademik, Dr. Yahya juga dikenal sebagai Senior Advisor Thursina International Islamic Boarding School dan pembina Kampung Muslim di Melbourne, Australia. Melalui pengalamannya, beliau menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat merupakan kunci pendidikan Islam yang berdaya saing global.
“Mahasiswa psikologi harus menjadi jembatan antara ilmu dan nilai, antara analisis ilmiah dan kebijaksanaan spiritual,” ungkap beliau.
Apresiasi untuk Mahasiswa Berprestasi: Bukti Sinergi Ilmu, Iman, dan Inovasi
Sebagai penutup, Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan penghargaan kepada 13 mahasiswa berprestasi periode Oktober 2024–2025 atas capaian gemilang mereka di tingkat nasional dan internasional.Mahasiswa Intan Nur Fauziah (23040111023) meraih Gold Medal kategori Esai Mahasiswa Internasional dalam Asean International Science Environmental & Entrepreneur Fair (AISEEF) 2025 di Universitas Diponegoro.Prestasi serupa juga diraih Dhiny Dwi Nurmaulidiyah Prasapta (240401110002) dan Aldi Rizki Dwi Cahyanto (240401110258) yang masing-masing memperoleh Gold Medal kategori Pop & Jazz pada Bandung Choral Festival Internasional ke-5 tahun 2025.Capaian internasional juga ditorehkan oleh Nurhidayatun (230401110160), yang memperoleh 2nd Gold Diploma kategori Pop & Acapella dalam Busan Choral Festival & Competition 2024 di Korea Selatan.
Di tingkat nasional, M. Fikran Pandya (220401110050) dan Galih Narendra Muhamad (220401110131) berhasil meraih Juara 2 Lomba Esai Nasional dalam International Occupational Safety and Health 2024 dengan tema “Clean Future: Harmonizing Industrial Hygiene with Integrity and Innovation to Create a Healthy Society and Sustainability.”
Sementara itu, Dina Meishinta (210401110164) juga meraih Juara 2 Lomba Esai NasionalIOSH Summit 2024.Bidang kreativitas digital turut menjadi kebanggaan fakultas melalui capaian Alia Azkia (240401110101) sebagai Juara 2 Lomba Videografi Nasional Digital Humanities Competition 2025 di UIN Jakarta.
Prestasi lain datang dari Kayamita Jayatri (240401110111) dan Luthfiana Fitria Rahma (240401110290) yang masing-masing memperoleh Juara 2 Lomba Reels Video Kreatif pada NIPF UII dan Digital Humanities Competition 2025.
Selain itu, Vania Naurah (240401110120) meraih Juara 3 Lomba Reels Video Kreatif Nasional dalam COMFEST UMPR 2025, sedangkan Adinda Qudrotun Nada (240401110106) meraih *Juara 2 Lomba Video Reels Nasional Islamic Psychological Fair 2025 yang diselenggarakan oleh IMAMUPSI UII.Capaian akademik juga datang dari Luthfiya Zulfatul Azizah (220401110213) yang meraih penghargaan Best Paper dalam National Essay Olympiad oleh Indonesian Youth Inventors Forum (IYIF).
Prestasi para mahasiswa tersebut menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya unggul dalam keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga dalam inovasi dan kreativitas di berbagai bidang.

Kegiatan Kuliah Praktisi Nasional ini meneguhkan komitmen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghadirkan pembelajaran yang integratif dan inspiratif. Melalui momentum Dies Maulidiyah ke-64, fakultas berharap semangat keilmuan yang berakar pada spiritualitas Islam dapat terus menumbuhkan generasi akademisi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global.




