{"id":3700,"date":"2017-05-03T15:44:11","date_gmt":"2017-05-03T08:44:11","guid":{"rendered":"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/?p=4068"},"modified":"2017-05-03T15:44:11","modified_gmt":"2017-05-03T08:44:11","slug":"membangun-komunikasi-beradab-melalui-konsep-smepppa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/membangun-komunikasi-beradab-melalui-konsep-smepppa\/","title":{"rendered":"Membangun Komunikasi Beradab Melalui Konsep SMEPPPA"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_4069\" aria-describedby=\"caption-attachment-4069\" style=\"width: 3780px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Prof-Kuoentjoro-Psikologi-UIN.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4069\" src=\"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Prof-Kuoentjoro-Psikologi-UIN.jpg\" alt=\"\" width=\"3780\" height=\"2484\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4069\" class=\"wp-caption-text\"><strong>Suasana Haru:<\/strong> Prof. Drs. Koentjoro, M.BSc.,Ph.D menerima cendera mata dari Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PsychoNews <\/strong>&#8211; Kuliah tamu kembali digelar oleh Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang berlangsung semarak (27\/04). Perkuliahan ini menghadirkan dua pemateri utama yang menjadi daya tarik tersendiri. Narasumber pakar psikologi perdamaian Prof. Dr. Koenjoro, MBSc., Ph.D dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta hadir ditengah-tengah mahasiswa psikologi UIN Maliki Malang bersama Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si selaku pembanding dari psikologi UIN Maliki Malang. Tak kurang dari 300 mahasiswa psikologi dari berbagai angkatan turut meramaikan kuliah tamu yang dilaksanakan di Aula Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. Kuliah tamu kali ini mengusung tema \u201c<em>Peace Psychology<\/em>: Membangun Perdamaian Melalui Komunikasi Beradab\u201d. \u201cProf. Koenjoro sebagai pematerinya dan beliau spesialis <em>peace psychology<\/em>. <em>So<\/em>, aku sangat menikmati materi yang disampaikan. Biografi dan pengalaman sebagai peneliti sangat tak bisa diragukan\u201d tutur Firdaus, salah satu mahasiswa psikologi angkatan 2015.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara dibuka dengan menampilkan beberapa tembang lagu pop maupun keroncong yang dibawakan oleh mahasiswa Psikologi UIN Maliki sendiri, serta dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur\u2019an oleh Lana Maimuna Al Jihan dan diakhiri dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya oleh seluruh peserta, panitia, dan pemateri. Perkuliahan yang berlangsung kurang lebih 4 jam ini di pandu oleh Miftahus Surur, S.Psi, M.Pd selaku moderator.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai pembuka, Prof. Koenjoro menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kebebasan dan kemerdekaan bagi dirinya sendiri. Namun, yang perlu digaris bawahi bahwa kemerdekaan dan kebebasan itu masih dibatasi oleh hak orang lain. Karenanya, penting bagi setiap manusia untuk membiasakan diri melakukan komunikasi yang saling memahami satu sama lain guna mewujudkan perdamaian di lingkungan sekitar. Untuk mewujudkan itu semua, Prof. Koentjoro memberikan formula <strong>SMEPPA<\/strong>, akronim dari murah \u201c<strong>S\u201d <\/strong>yang berarti <strong>S<\/strong>enyum memiliki dampak yang kuat dalam mempengaruhi akal, menghilangkan kesedihan, dan mendekatkan tembok penghalang diantara manusia. \u201c<strong>M\u201d <\/strong>yang bermakna <strong>M<\/strong>endengarkan dimaksudkan untuk mengurangi frustrasi-agresi yang ada didalam diri manusia. \u201c<strong>E\u201d E<\/strong>mpati yang di maksudkan sebagai saling memahami perasaan orang lain. <strong>\u201cP\u201d<\/strong> <strong>P<\/strong>eka terhadap situasi yang ada disekitar. <strong>P<\/strong>andai memuji dan Pandai memilih kata-kata bijak lebih penting daripada menghukum. Serta <strong>\u201cA\u201d<\/strong> yang terakhir bermakna <strong>A<\/strong>ction sebagai implementasi kegiatan dari konsep SMEPPPA, \u201clakukan itu dalam kehidupanmu maka komunikasi yang kamu lakukan akan menjadikan komunikasi yang beradab\u201d, tutupnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4070\" aria-describedby=\"caption-attachment-4070\" style=\"width: 1008px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Kuliah-Umum-Psikologi-Perdamain.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4070\" src=\"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Kuliah-Umum-Psikologi-Perdamain.jpg\" alt=\"\" width=\"1008\" height=\"495\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4070\" class=\"wp-caption-text\">Suasana Kuliah Umum Psikologi Perdamaian Semester Genap Tahun 2017<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si menegaskan bahwa penting dilakukannya komunikasi yang teduh dan meneduhkan baik kepada seseorang yang dekat secara fisik maupun psikis (<em>in group<\/em>) maupun kepada seseorang yang mempunyai prinsip berbeda dengan kita (<em>out group<\/em>). Ketika komunikasi dengan seseorang juga harus memperhatikan bagaimana seharusnya berbicara. Pak Lubab, sapaan akrabnya menekankan 5 komponen penting dalam berkomunikasi.\u00a0 Benar, jujur, menyenangkan, berorientasi pada konten yang positif, lembut dan tidak terburu-buru merupakan komponen penting dalam berkomunikasi. Hal ini \u00a0akan menciptakan komunikasi yang teduh dan meneduhkan diantara diri sendiri, keluarga, dan lingkungan <em>macro system<\/em> yang ada disekitar kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyampaian materi yang ringan dengan diselingi melempar candaan diantara kedua pemateri mencairkan suasana kuliah tamu yang diadakan pada siang hari tersebut. Prof. Koenjoro dengan pembawaannya yang santai sesekali menggoda Pak Lubab yang <em>notabene<\/em> merupakan mahasiswanya ketika masih mengenyam pendidikannya di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Selain itu, kedua pemateri ini merupakan seseorang yang ahli dalam bidang riset. Prof. Koenjoro dalam kesempatan kali ini mengutarakan bahwa beliau sudah berkecimpung dalam dunia riset perpelacuran selama bertahun-tahun. Sedangkan Pak Lubab, selain melakukan riset beliau juga membimbing beberapa mahasiswa yang melakukan riset. \u201cKedua pemateri sangat menarik. Biografi dan sepak terjangnya dalam dunia riset tidak perlu diragukan. Pulang dari sini, aku mendapatkan banyak ilmu dan wawasan baru dan yang paling penting bisa foto bareng sama Prof. Koen\u201d curhat Firdaus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Baca Juga:<\/strong><\/span> <a href=\"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/?p=4080\"><span style=\"color: #800000;\"><em>Diskusi Eksklusif dengan Prof. Koentjoro Fundamental Research dan Pengolahan Data Kualitatif<\/em> <\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berkomunikasilah dengan bermuara pada rasa cinta dan kasih sayang yang tulus karena Allah, sebab semua pesannya merupakan rahmat bagi seluruh alam. Dalam islam setidaknya ada 6 etika berkomunikasi, yakni <em>Qaulan Sadida<\/em>, komunikasi yang harus menginformasikan fakta dan tidak memanipulasi kata. Hal ini tertuang dalam firman Allah <em>QS: Al-Hajj: 30<\/em> <em>\u201cDan jauhilah perkataan-perkataan dusta\u201d.<\/em> <em>Qaulan Baligha<\/em>, komunikasi yang tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, dan menggunakan kata-kata efektif, <em>\u201cTidak kami utus seorang Rasul kecuali ia harus menjelaskan dengan bahasa kaumnya\u201d<\/em> <em>QS. Ibrahim: 4.<\/em> <em>Qaulan Ma\u2019rufa,<\/em> komunikasi dengan perkataan yang baik dan tidak menyinggung perasaan, <em>\u201cDan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik\u201d QS. An-Nissa: 8<\/em>, Qaulan Karima, komunikasi yang dibarengi dengan rasa hormat, dan bertatakrama, <em>\u201cJika salah seorang di antara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah kamu mengatakan kepada kedanya perkatan \u2018ah\u2019 dan kamu janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia\u201d (QS. Al-Isra: 23),<\/em> Qaulan Layinan, komunikasi dengan penuh keramahan, lemah lembut sehingga bisa menyentuh hati <em>\u201cMaka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut\u2026\u201d(QS. Thaha: 44),<\/em> dan Qaulan Maysura merupakan komunikasi yang mudah dipahami, <em>\u201dDan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang mudah\u201d (QS. Al-Isra: 28).<\/em> Red. Ms<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reportase\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Wachidatul Zulfiyah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Editor\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 : Fauza Nor Hidayah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">[button href=&#8221;http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Membangun-Komunikasi-Beradab-Melalui-Konsep-SMEPPPA.pdf&#8221; rounded=&#8221;&#8221; size=&#8221;btn-mini&#8221; style=&#8221;red&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;]Simpan[\/button]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PsychoNews &#8211; Kuliah tamu kembali digelar oleh Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang berlangsung semarak (27\/04). Perkuliahan ini menghadirkan dua pemateri utama yang menjadi daya tarik tersendiri. Narasumber pakar psikologi perdamaian Prof. Dr. Koenjoro, MBSc., Ph.D dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta hadir ditengah-tengah mahasiswa psikologi UIN Maliki Malang bersama Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si selaku pembanding [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3700","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3700\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}