{"id":15979,"date":"2026-09-09T01:28:45","date_gmt":"2026-09-09T01:28:45","guid":{"rendered":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/?p=15979"},"modified":"2026-09-09T01:28:46","modified_gmt":"2026-09-09T01:28:46","slug":"magister-psikologi-uin-malang-dukung-terwujudnya-kampus-aman-dan-inklusif-melalui-sosialisasi-pencegahan-kekerasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/magister-psikologi-uin-malang-dukung-terwujudnya-kampus-aman-dan-inklusif-melalui-sosialisasi-pencegahan-kekerasan\/","title":{"rendered":"Magister Psikologi UIN Malang Dukung Terwujudnya Kampus Aman dan Inklusif Melalui Sosialisasi Pencegahan Kekerasan"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malang, 8 September 2026 \u2013 Program Studi Magister Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti kegiatan sosialisasi bertema \u201cMewujudkan Kampus yang Bebas dari Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi\u201d yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa (8\/9\/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini menjadi bagian dari upaya penguatan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sosialisasi menghadirkan Kepala PSGAD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi yang berpotensi terjadi di lingkungan perguruan tinggi, baik secara langsung maupun melalui media digital. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan, prosedur pelaporan, serta mekanisme penanganan yang tersedia di lingkungan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aprilia Mega Rosdiana menegaskan bahwa terciptanya kampus yang aman tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur sivitas akademika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Membangun kampus yang bebas dari kekerasan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang saling menghormati, menghargai perbedaan, dan berani mengambil sikap terhadap segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun intoleransi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa peningkatan literasi mengenai isu kekerasan menjadi langkah penting dalam membangun budaya akademik yang sehat dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tidak sedikit tindakan yang dianggap sepele atau hanya candaan ternyata dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius. Karena itu, edukasi dan kesadaran kolektif harus terus diperkuat agar setiap anggota kampus mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan dan perlindungan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa Magister Psikologi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu yang relevan dengan kehidupan kampus dibahas secara mendalam, mulai dari strategi pencegahan, perlindungan korban, hingga pentingnya membangun sistem dukungan yang responsif dan berperspektif kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai calon akademisi, peneliti, dan praktisi psikologi, mahasiswa Magister Psikologi diharapkan mampu memahami secara komprehensif berbagai persoalan terkait kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif, baik selama menempuh pendidikan maupun dalam praktik profesional di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan ini, PSGAD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat edukasi, advokasi, dan pengembangan kapasitas sivitas akademika guna mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Dengan dukungan seluruh elemen kampus, diharapkan terwujud budaya akademik yang menghargai keberagaman, menjunjung tinggi martabat manusia, serta mendukung perkembangan akademik dan psikologis setiap individu secara optimal.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang, 8 September 2026 \u2013 Program Studi Magister Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti kegiatan sosialisasi bertema \u201cMewujudkan Kampus yang Bebas dari Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi\u201d yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa (8\/9\/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15980,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15981,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15979\/revisions\/15981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}