{"id":3551,"date":"2015-06-25T15:20:14","date_gmt":"2015-06-25T08:20:14","guid":{"rendered":"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/?p=3014"},"modified":"2015-06-25T15:20:14","modified_gmt":"2015-06-25T08:20:14","slug":"trainer-mega-putih-meriahkan-ramadhan-ceria-di-sanggar-cumapeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/trainer-mega-putih-meriahkan-ramadhan-ceria-di-sanggar-cumapeka\/","title":{"rendered":"Trainer Mega Putih Meriahkan Ramadhan Ceria di Sanggar CUMAPEKA"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_3015\" aria-describedby=\"caption-attachment-3015\" style=\"width: 1063px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Sanggar-Cendikia.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3015\" src=\"http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Sanggar-Cendikia.jpg\" alt=\"Sanggar Cendikia\" width=\"1063\" height=\"716\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-3015\" class=\"wp-caption-text\"><strong>Meriah:<\/strong> Trainer Mega Putih Membarikan Outbound Indoor Kepada Anak Panti Asuhan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PsychoNews &#8211;<\/strong> Tak hanya mampu mengontrol diri, ramadhan kali ini juga dimaknai untuk berbagi oleh Tim Outbound Mega Putih Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibharim Malang. Hari Minggu lalu (21\/06) Tim Outbound Mega Putih turut memeriahkan acara buka bersama anak-anak panti asuhan di Malang. Acara yang digelar oleh CUMAPEKA (Cendikia Muda Pemerhati Pendidikan) bersama Eyang Wiwiek Jowono (Owner sanggar Cendikia) ini mengundang sekitar 120 anak panti asuhan di sekitar Malang. Beberapa panti yang diundang antara lain; Panti Asuhan Sunan Giri, Panti Asuhan Al Abiyat, Panti Asuhan Taslimiyah, dan beberapa anak Anak Berkebutuhan Khusus di Sanggar Cendikia sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB kemarin bertujuan untuk berbagi keceriaan di bulan Ramadhan. Bukan hanya Tim Outbound Mega Putih saja yang tergabung dalam acara ini, CUMAPEKA juga berhasil menggandeng komunitas-komunitas lain untuk ikut berpartisipasi seperti yang tuturkan Faiz salah satu <em>crew<\/em> panitia \u201cBanyak komunitas yang ikut menyukseskan acara ini, diantaranya UIN Mengajar, UM Mengajar, Komunitas Tari Saman UB, SSC, Okarina, dan masih banyak yang lain\u201d. Tak kurang dari 45 peserta dari berbagai komunitas turut menyukseskan acara yang di gelar di Graha Perumahan Bukit Cemara Tujuh ini. \u201cPamongnya ada sekitar 25 orang, trus ditambah panitia bukan pamong sekitar 20 orang. Jadi total penitia acara ini kurang lebih 45 orang,\u201d tambah Faiz.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesuai dengan tema acara ini \u201cRamadhan Ceria\u201d, Tim Mega Putih Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang berbagi keceriaan kepada pesera buka bersama dengan berbagai <em>game<\/em> yang menarik seperti tepuk satu, dua, hingga lima dan permainan teko kecil. \u201cKita <em>ngisi<\/em> beberapa <em>game<\/em> pada acara ini untuk menghibur adik-adik peserta buka bersama. Ada game tepuk satu, dua, tiga sama <em>game<\/em> teko kecil,\u201d ujar Rendy, salah satu Tim Outbound Mega Putih. <em>Ghirah<\/em> peserta terlihat dari semangatnya untuk mengikuti permainan yang diperagakan oleh Tim Mega Putih. Voni, salah satu peserta buka bersama mengungkapkan bahwa game yang diberikan sangat menarik dan menghibur. \u201cGamenya seru dan menarik. Apalagi yang tepuk tadi bikin aku geregetan karena <em>gak <\/em>bisa niruin,\u201d ungkapnya. Sama halnya dengan Voni, Ahmad, salah satu peserta buka bersama juga merasa terhibur dengan <em>game<\/em> yang diberikan oleh kakak Tim Outbound Mega Putih. \u201cSeru pokoknya, sampai lupa kalau lagi puasa, <em>hehe<\/em>\u201d kata Ahmad sambil tertawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang digawangi oleh CUMAPEKA bersama Tim Outbound Mega Putih dan beberapa komunitas yang lain ini merupakan salah satu <em>atribute<\/em> dari perilaku prososial. Perilaku prososial mencakup perilaku yang menguntungkan orang lain, yang mempunyai konsekuensi sosial yang positif, sehingga akan menambah kebaikan fisik maupun psikis seseorang. Mussen menjelaskan terdapat beberapa aspek yang harus dipenuhi apabila seseorang melakukan perilaku prososial antara lain: Menolong, kerjasama, bertindak jujur, berderma, dan mempertimbangkan kesejahteraan orang lain. Aspek-aspek yang ada pada perilaku prososial telah ditampakkan oleh Tim Outbound Mega Putih bersama beberapa komunitas yang lain. Pada kegiatan ini, mereka berbagi keceriaan dengan anak-anak yatim piatu. Mereka juga bersedia memberikan bantuan atau pertolongan baik berupa moril maupun meteriil dengan mencurahkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk menyukseskan kegiatan ini. Selain itu, menolong, berjasama, bertindak jujur, dan berderma serta mempertimbangkan kesejahteraan orang lain juga dilakukan untuk menyukseskan acara \u201cRamadhan Ceria\u201d sehingga lebih memaknai bulan Ramadhan dengan berbagi bersama. (Red. Ms)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reportase :<\/strong> Setyani Alfinuha<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Editor\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 :<\/strong> Nur Jihan<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">[button href=&#8221;http:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Mega-Putih-Meriahkan-Acara-Ramadhan-Ceria.pdf&#8221; rounded=&#8221;&#8221; size=&#8221;btn-mini&#8221; style=&#8221;red&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;]Simpan Berita[\/button]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PsychoNews &#8211; Tak hanya mampu mengontrol diri, ramadhan kali ini juga dimaknai untuk berbagi oleh Tim Outbound Mega Putih Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibharim Malang. Hari Minggu lalu (21\/06) Tim Outbound Mega Putih turut memeriahkan acara buka bersama anak-anak panti asuhan di Malang. Acara yang digelar oleh CUMAPEKA (Cendikia Muda Pemerhati Pendidikan) bersama Eyang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3551","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3551\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}