{"id":15244,"date":"2026-04-28T07:39:20","date_gmt":"2026-04-28T07:39:20","guid":{"rendered":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/?p=15244"},"modified":"2026-04-28T07:41:17","modified_gmt":"2026-04-28T07:41:17","slug":"kegiatan-optimis-obrolan-penelitian-tiap-kamis-bangun-ketahanan-diri-mahasiswa-untuk-kesehatan-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/kegiatan-optimis-obrolan-penelitian-tiap-kamis-bangun-ketahanan-diri-mahasiswa-untuk-kesehatan-mental\/","title":{"rendered":"Kegiatan OPTIMIS (Obrolan Penelitian Tiap Kamis): Bangun Ketahanan Diri Mahasiswa untuk Kesehatan Mental"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"15244\" class=\"elementor elementor-15244\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-50c7016d e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"50c7016d\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-31f1bd42 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"31f1bd42\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p><strong>Psikologi<\/strong> &#8211; Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kapasitas mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental, program Optimis (Obrolan Penelitian tiap Kamis) kembali diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber Dr. Yulia Solichatun, M.Si. Kegiatan ini mengangkat tema \u201cBuilding Resilience to Promote Mental Health in University Students\u201d yang relevan dengan tantangan psikologis yang dihadapi mahasiswa di era modern.<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, Dr. Yulia Solichatun menekankan bahwa resilience atau ketahanan diri merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi secara positif dalam menghadapi tekanan, stres, maupun kesulitan hidup. Mahasiswa sebagai kelompok yang berada dalam fase transisi menuju kedewasaan kerap dihadapkan pada tuntutan akademik, sosial, dan personal yang kompleks. Oleh karena itu, penguatan ketahanan diri menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental mereka. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa resilience tidak bersifat bawaan semata, melainkan dapat dikembangkan melalui berbagai strategi, seperti membangun dukungan sosial, meningkatkan keterampilan regulasi emosi, serta mengembangkan pola pikir yang adaptif. Lingkungan kampus juga memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer yang suportif bagi perkembangan psikologis mahasiswa.<\/p>\n\n<p>Kegiatan OPTIMIS ini berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi yang berkembang tidak hanya membahas aspek teoretis, tetapi juga praktik konkret yang dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya kesehatan mental, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk membangun ketahanan diri. Program OPTIMIS sendiri terus berkomitmen menjadi ruang dialog ilmiah yang produktif, sekaligus menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan nyata di masyarakat.<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Psikologi &#8211; Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kapasitas mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental, program Optimis (Obrolan Penelitian tiap Kamis) kembali diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber Dr. Yulia Solichatun, M.Si. Kegiatan ini mengangkat tema \u201cBuilding Resilience to Promote Mental Health in University Students\u201d yang relevan dengan tantangan psikologis yang dihadapi mahasiswa di era modern. Dalam pemaparannya, Dr. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15246,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32,18,5,17,3,15,16,30,31],"tags":[],"class_list":["post-15244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agenda","category-agenda-acara","category-artikel-dosen","category-artikel-mahasiswa","category-berita","category-berita-mahasiswa","category-kemahasiswaan","category-lain-lain","category-penelitian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15244"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15250,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15244\/revisions\/15250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}