[vc_row][vc_column][vc_column_text]Psikologi News – Dalam rangka merayakan Idul Adha, Civitas Akademika Fakultas Psikologi melakukan Apel Pagi dengan mengangkat kisah inspiratif tentang Siti Hajar dan Ismail yang menjadi simbol kesuksesan melalui ketekunan, Senin (03/07/2023)
Kisah tersebut bermula ketika perbekalan Siti Hajar saat melakukan perjalanan habis, termasuk air susu untuk Ismail, sehingga Ismail merasa kelaparan dan kehausan. Ismail pun menangis dengan keras, sambil sesekali menendang-nendang kakinya. Merasa putranya dalam kondisi darurat, Siti Hajar segera mencari pertolongan.
Dengan langkah cepat, Siti Hajar berlari kecil di atas Bukit Shafa, berharap akan ada seseorang yang mau membantunya. Ia juga mendaki Bukit Marwah dengan tujuan yang sama, mencari bantuan untuk Ismail. Tidak hanya sekali, Siti Hajar bolak-balik berlari dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali.
Hingga pada akhirnya, Siti Hajar mendengar seperti suara air mengalir di bawah kaki putranya, Ismail. Suara tersebut menandakan adanya mata air yang menyelamatkan Ismail dari kelaparan dan kehausan yang mengancam nyawanya.
Dari kisah inspiratif ini, kita dapat mengambil pesan yang berarti. Pesan tersebut bahwa kesuksesan membutuhkan upaya berulang kali. Jangan menyerah saat menghadapi kegagalan, karena kegagalan adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan menuju kesuksesan.
Pada apel pagi di lobi Fakultas Psikologi UIN Malang, Dr. Muhammad Mahpur, selaku pimpinan apel pagi ini, mengungkapkan pemikirannya terkait kisah ini. Ia menjelaskan bahwa “Tidak hanya kepintaran, tetapi juga keuletan dan bakat merupakan modal utama yang dapat mengantarkan seseorang meraih kesuksesan”.
Dengan pesan yang disampaikan melalui kisah Siti Hajar dan Ismail ini, semoga kita dapat mengambil inspirasi dan motivasi untuk menjadi pribadi yang gigih, tidak mudah menyerah, dan berusaha keras dalam mencapai tujuan hidupnya.
Report by : Fahmi R[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




