KWM: Satu Langkah Menjadi Entrepreneur Istimewa

KMW Psikologi UIN MalangFPsi UIN Maliki Malang – Ada saja ide para mahasiswa Fakultas Psikologi untuk mengembangkan soft skill-nya. Salah satunya adalah melalui Komunitas Wirausaha Mahasiswa (KWM) Fakultas Psikologi. Komunitas yang masih berusia muda ini, baru saja melaksanakan pertemuan bersama di ruang sidang fakultas (26/02). Pertemuan yang juga turut dihadiri oleh dosen Fakultas, yaitu Muallifah, MA dan Mohammad Mahpur selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan tersebut diantaranya membahas tentang hasil workshop yang dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2014 lalu dan juga mengenai sekolah entrepreneurship yang akan diadakan beberapa waktu mendatang.

Khairul Gani, anggota KWM menyatakan bahwa program sekolah entrepreneurship tersebut bekerja sama dengan pihak Bank Bukopin. “Kemarin juga dibahas terkait sosialisasi kerjasama dengan bank Bukopin yang akan mendukung program kami untuk menyalurkan atau membentuk sekolah entrepreneurship,” ungkapnya. Mahasiswa semester enam yang akrab dengan sebutan Gani tersebut juga menceritakan tentang workshop kewirausahaan yang telah diselenggarakan di Batu. Menurutnya, seorang pengusaha harus mampu memanfaatkan media gratis yang banyak beredar. “Sebagai seorang pengusaha hendaknya kita bisa menguasai media informasi yang gratis seperti Facebook, twitter, blog, whatsapp, dan lain-lain untuk memaksimalkan usaha kita,” tuturnya.

Selain itu, seorang pengusaha juga harus mampu menguasai pasar dalam dunia marketing. “Satu hal yang penting untuk menjadi seorang entrepreneur, kita harus punya motivasi intrinsik dan mental yang kuat,” imbuhnya. Benar saja, karena menjadi seorang pengusaha yang sukses tidaklah berhasil sebelum menjalani proses yang sulit. Dalam pandangan psikologi, wirausaha adalah seseorang yang memiliki dorongan dari dalam untuk mencapai suatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain. Untuk menjadi seorang entrepreneur, seseorang harus memiliki karakteristik seperti komitmen yang tinggi, jujur, disiplin, kreatif, inovatif, mandiri dan realistis. Oleh karena itulah, tak jarang komunitas ini sering berkumpul sekalipun hanya sekedar sharing informasi mengenai bisnis.

Agama Islam sendiri juga sangat mendukung entrepreneurship. Bahkan, dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 275, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Sebagai contoh lain, Rasulullah sendiri juga memulai karirnya sebagai seorang wirausahawan muda. Sehingga bisa disimpulkan bahwa menumbuhkan jiwa wirausaha terkait erat dengan usaha memperbaiki kualitas diri sendiri dan kehidupan rohani, agar kita mampu menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan dihormati karena memiliki standar moral yang tinggi. Gani berharap seluruh program yang telah dicanangkan oleh KWM dapat berjalan dengan lancar dan sukses ke depan. “Semoga KWM bisa mengembangkan sayapnya di tengah era globalisasi ini sehingga semakin baik ke depan,” pungkasnya. (Red. @Surur_ID)

Reporter: Queen Rahma

Baca Juga:

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Leave a Reply

Your email address will not be published.