Psikologi Ikuti Workshop Dan Kolokium AP2TPI di Pekanbaru, Riau

 Rilis Berita

Kolokium Psikologi Pekanbaru RiauFPsi UIN Maliki Malang- Fakultas  Psikologi UIN Maliki Malang kembali ikut serta dalam ajang prestisius yaitu workshop dan kolokium Asosiasi Penyelenggara Psikologi Indonesia selasa sampai jumat (18-21/2) di Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia yang mempunyai prodi Psikologi. Dalam acara tersebut Dekan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Dr. H. M Lutfi Mustofa, M. Ag bersama Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si menjadi perwakilan dari UIN Maliki sebagai anggota dari AP2TPI (Asosiasi Penyelenggaraa Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia) untuk membicarakan berbagai masalah yang berkembang di prodi Psikologi dalam cara kerja pengelolaan prodi.

Acara tersebut membahas tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kemajuan-kemajuan yang terjadi di prodi masing-masing Universitas dan juga melakukan sharing informasi tentang kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan Psikologi di Indonesia. Banyak hal positif yang dapat didapat sehingga dapat diimplementasikan untuk memajukan khazanah keilmuan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, salah satunya mengokohkan pentingnya sebuah kerangka yang digunakan sebagai patokan terhadap metode pembelajaran keilmuan psikologi di Indonesia, yang disebut KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). KKNI sendiri adalah acuan mutu yang harus dipersiapkan oleh pengelola prodi psikologi yang merupakan skema mutu pendidikan psikologi di Indonesia sebagai jawaban dari ASEAN Community yang merupakan barometer mutu bagi negara-negara yang memberikan pengakuan terhadap prodi di seluruh Indonesia.

Acara workshop dan kolokium di Pekanbaru juga memberikan sebuah tantangan bagi Fakultas Psikologi UIN Maliki agar bersiap untuk menyambut kolokium selanjutnya di Makassar agar dapat memberikan sumbangsih terhadap tercapainya kemajuan-kemajuan seluruh Fakultas Psikologi di Indonesia, sehingga mau tidak mau seluruh civitas akademika di Fakultas Psikologi UIN Maliki dapat memahami dengan baik serta meningkatkan kualitasnya masing-masing khususnya bagi dosen. “Khusus dosen Fakultas psikologi wajib memahami dan mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran dan pengabdiannya,” tutur bapak berusia 40 tahun tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa penanaman karakter seorang psikolog harus lebih diperdalam di Fakultas ini, karena karakter yang kuat dan paling pokok dari Fakultas Psikologi UIN Malang adalah corak integrasi Psikologi dengan konteks keislaman yang sangat kuat, dan diharapkan dengan hal tersebut mampu melahirkan norma-norma dan nilai-nilai inti sosio kultural yang mendasari pemahaman proses mental dan tingkah laku manusia di Indonesia. “ Itulah yang disebut Indegenous Psychology,” tambahnya. (Red. Dwi Chandra Pranata)

Reporter : Subhanallah Ramdhan

Baca Juga:

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: