Research Party: Hadirkan Konsep Riset yang Have Fun!

 Suara Mahasiswa

Foto bersama para panitia, peserta call paper dan pemateri Research Party di Hall Rumah Singgah Pascasarjana UIN Maliki Malang

PsychoNews – Perhelatan pesta riset untuk pertama kalinya diadakan oleh Fakultas Psikologi UIN Malang. Acara ini diinisiasi oleh komunitas penelitian Psychology Learner Community (PLC) Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang yang bertempat di Ballroom Rumah Singgah Pasca Sarjana UIN Maliki Malang (16-17/09). Mengusung tema Research Party 2017 “Hi Youth! Lets Capture the World with Peace, Inspiration, and Creativity” acara ini turut diramaikan pula oleh kehadiran keynote speaker yang ahli dibidangnya. Diantaranya ada Budi Waluyo, Ph.D, Dr. Mohammad Mahpur, M.Si, Dr. Pradana Boy, ZTF, S.Ag, MA., Charlotte A. Blackburn, dan Prof. Drs. Koentjoro, MBSc, Ph.D.

Acara research party ini diadakan sebagai salah satu program penutupan dari pengurus PLC periode 2015-2017. Zakiyatul Muti’ah selaku ketua pelaksana ketika di wawancara oleh reporter psychonews mengaku bahwa tujuan khusus diadakannya acara ini berangkat dari adanya stigma mahasiswa bahwa melaksanakan riset harus serius dan jauh dari kata “have fun”. Karenanya stigma tersebut perlahan-lahan harus diubah guna menumbuhkan mindset positif bahwa melaksanakan riset tidak sesulit apa yang dibayangkan dan seorang periset tidak selamanya bersikap kaku. “Berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman PLC yang pernah mengikuti konferensi baik di dalam maupun di luar negeri, suasana tegang sangat mendominasi ketika berada dalam area konferensi. Padahal, ketika menjelang presentasi merupakan waktu yang tepat untuk merefresh otak dan menghilangkan ketegangan dari tubuh kita untuk menghasilkan performa terbaik saat presentasi berlangsung. Maka dari itu, kami kepikiran untuk membuat suatu acara konferensi yang happy dengan konsep party tapi tetap berhubungan dengan riset. Akhirnya, tercetuslah ide research party ini” jelasnya.

Agenda dalam acara Reserach party ini dibagi menjadi beberapa sesi. Untuk hari pertama, agenda yang dilaksanakan diantaranya opening ceremony, dilanjutkan oleh international seminar “Hi Youth! Lets Capture the World with Peace, Inspiration, and Creativity”oleh Budi Waluyo, Ph.D, Dr. Mohammad Mahpur, M.Si, Dr. Pradana Boy, ZTF, S.Ag, MA., Charlotte A. Blackburn. Sedangkan untuk malam harinya, agenda reserach party diisi gala dinner dan dialog interaktif bersama Prof. Drs. Koentjoro, MBSc, Ph.D yang mengulas tentang “How to be a Professional Researcher” dan Budi Waluyo, Ph.D yang membahas tentang “Experiences of Research”. Acara ini semakin meriah dengan adanya beberapa penampilan dari pengisi acara, diantaranya shalawat kontemporer oleh JDFI, tari saman oleh mahasiswa psikologi UIN Maliki Malang, accoustic & violin oleh psychovoice, dan tradisional dance.

Ketua pelaksana bersama pembina PLC dan keynote speaker

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan presentasi paper dari berbagai delegasi. Sebanyak 11 tim paper dan 3 tim poster berlomba-lomba untuk mempresentasikan hasil penelitianya dalam ajang research party ini. Kategori best presentation berhasil disandang oleh Sudrajad Yudo Putro dari Fakultas Psikologi UIN Malang, melalui risetnya “The Influence of Yellow Paper on Explicit Memory of The Students of SMPN 1 Bangkalan of Class VIII” berhasil mengantarkannya menjadi best presentation dengan perolehan poin 80,6. Best presentation kedua diraih oleh tim Julia Tirta Putri dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan riset yang berjudul “The Influence of Role Model and Religiousity With Anti-Corruption Behavior Toward Organisational Students”. Terakhir, best presentation ketiga disandang oleh Yulinda Ashari dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan risetnya yang berjudul “Fatherless in Indonesia and its Impact on Children’s Psychologycal Development”. Pada waktu yang sama namun ruang yang berbeda, dilaksanakan pula workshop “Redefining Conflict in Our Nation” bersama Prof. Drs. Koentjoro, MBSc, Ph.D. Dihadiri oleh para praktisi dan akademisi, pelaksanaan wokshop ini mengajak para praktisi dan akademisi untuk mendefinisikan kembali mengenai konflik di Indonesia. Selain itu, diulas pula mengenai 3 langkah dalam melaksanakan penelitian. Pertama, observasi untuk mengetahui situasi lapangan yang sebenarnya, pemilihan metode yang sesuai dibarengi proses pengumpulan data, dan mengobservasi kembali untuk mendapatkan kebenaran dari hasil penelitian yang dilakukan.

Meski berlangsung selama dua hari, pelaksanaan research party meninggalkan kesan tersendiri bagi berbagai pihak yang terlibat didalamnya. Sudrajad misalnya, ia menuturkan bahwa acara research party ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi dirinya. “Acara ilmiah yang dibungkus dengan party, lanjutkan! agar selalu bermanfaat dan berarti bagi masyarakat dan peneliti. Jangan membuat acara sekali. Karena acara research party ini, sudah masuk ke dalam relung hati dan sanubari” tuturnya.

Setiap acara tentu menyelipkan harapan akan output yang didapatkan setelah pelaksanaan acara. Begitu pula dalam acara research party ini, Zakia menuturkan bahwa melalui acara research party ini mahasiswa bisa mengembangkan mindset bahwa melaksanakan riset bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan dan bisa dibentuk dengan konsep yang menyenangkan. “Harapannya setelah adanya research party ini mahasiswa lebih menyukai riset dan dengan caranya sendiri bisa membuat konsep riset yang menyenangkan, jauh dari kesan kaku dan serius. Selain itu, dalam acara research party ini kita bertemu dengan para periset dari berbagai penjuru universitas di Indonesia sehingga kita bisa melihat sisi lain dari riset, bisa bertemu dengan teman-teman yang sama-sama memiliki passion dalam bidang riset, dan yang terpenting bisa diajak berdiskusi menularkan semangat dalam melakukan riset” jelasnya.

Suatu inovasi dalam proses pembelajaran diharapkan mampu membangkitkan semangat belajar dan menjadikan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Untuk membangkitkan inovasi diperlukan beberapa kecerdasan serta kreatifitas yang akan memberikan nilai tambah dari inovasi tersebut. Karenanya, untuk menciptakan suatu inovasi perlu adanya sinergi antara beberapa elemen yang mempengaruhi proses pembentukan inovasi. Firman Allah QS. Ali Imron: 103 yang artinya “Dan berpegangnlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai..” menjelaskan bahwa untuk menjadi kuat Allah SWT memerintahkan manusia perlu saling bersinergi satu sama lain, sehingga bukan hal yang tidak mungkin suatu inovasi baru akan tercipta. (red.ms)

Reportase         : Wachidatul Zulfiah

Editor                  : Fauza Nur Hidayah, S.Psi

Simpan

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: