Mahasiswi Psikologi Terpilih Dalam Ajang Workshop Film Se-Jawa Kalimantan

 Suara Mahasiswa

Husnul Khotimah: Bersama 90 peserta dari perguruan tinggi Indonesia lain pose bareng setelah workshop

PsychoNews – Sekertariat Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dalam memperingati Hari Film Nasional mengadakan “Workshop Film Tingkat Dasar Region 1 se-Jawa-Kalimantan” yang berlangsung pada tanggal 16-22 Maret lalu, selama seminggu di Komplek Kemendikbud Gedung C lantai18 di jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta 10270. Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Husnul khotimah terpilih  menjadi salah satu peserta dari 90 orang peserta se-Jawa-Kalimantan yang merupakan pemuda-pemudi Indonesia sekaligus perwakilan dari Malang. Selain itu juga ada yang dari Universitas Brawijaya, Univeristas Muhammadiyah Malang, dan guru SMK Batu. Sementara itu dalam memperingati hari perfilman nasional, workshop ini dihadiri oleh beberapa penulis, produser, dan sutradara terkenal di Indonesia, diantaranya ada Mira Lesmana, Riri Riza, Aditya Gumay, Mery Riana dan tokoh ahli lainnya.

Workshop ini memberikan kesempatan kepada 90 orang peserta untuk belajar bersama yang disatukan di beberapa kelas yaitu,  kelas kepenulisan dalam pembuatan skenario, kelas keproduseran, dan kelas penyutradaraan dengan sistem layaknya perkuliahan pada umumnya. Selain itu mereka juga  diberikan beberapa fasilitas. Kemudian saat pemberian materi Aditya Gumay sutradara dari Film yang berjudul “Emak Ingin Naik Haji” menyampaikan bahwa film tersebut merupakan karya dari Asma Nadia. Awalnya Aditya Gumay jalan jalan ke Taman Kanak-kanak kemudian disitu ada beberapa majalah dan setelah baca-baca dia menemukan sebuah cerpen yang sangat bagus jika di perfilmkan. ” wah gue harus bikin film, ini keren banget ceritanya!” ujarnya ketika itu. Setelah itu Aditya Gumay melewati proses yang sangat berkesan,dia harus menempuh waktu selama 6 bulan lamanya untuk menghubungi Asma Nadia, namun tak kunjung mendapatkan respon. Akhirnya Aditya Gumay mendapatkakn informasi bahwa Asma Nadia akan mengisi sebuah acara, disitulah Aditya Gumay bertemu secara langsung dengan Asma Nadia dan langsung membuat kontrak.

Selanjutnya Husnul berfikir bahwa dalam menulis sebuah skenario tidaklah mudah karena harus memikirkan konflik dan membuat solusinya itu sendiri dan selama mengikuti workshop ini banyak pengalaman yang dapat diambil, diantaranya tidak akan menjudge film.” karena saya sekarang  merasakan dalam pembuatan film sangatlah susah, membuat skenario itu sulit dan semua film itu bagus menurut saya”  ujarnya ketika di wawancara.

Salah satu tokoh peradaban pernah berkata bahwasannya “Semua penulis akan meninggal, hanya karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti.” (Ali bin Abi Thalib). Hal ini artinya bahwa seorang penulis tidaklah semudah yang dibayangkan, karena meski seorang penulis meninggal tetapi karyanya akan tetep hidup sepanjang masa. Disini Husnul juga menyampaikan bahwasannya dengan menulis skenario film memberikan kita banyak keuntungan hanya dengan menulis saja, tetapi menulis saja itu tidak gampang, kita harus berpikir, menuangkan ide, menulis berjam-jam depan laptop dan lain sebagainya. Tetapi hal ini  feedbacknya banyak sekali.

Abi penulis dari Mery Riana mengatakan ” kalian itu loh kok tidak kasihan sama tulisan kalian sendiri, kok tidak kasihan sama cerpen kalian, kok cuma di simpan di dalam laptop kenapa tidak di dipublikasikan?”. Dalam workshop perfilman ini Abi menawarkan kepada peserta penulis skenario untuk mengirimkan naskahnya langsung ke dia. Selain itu Abi berharap kedepannya peserta mampu menulis skenario dengan baik dan benar dan bisa mengirim atau mempublikasikan hasil karyanya di berbagai media masa. (Red.Ms)

Reportase         : Faizzaturrahman

Editor                  : Sudrajad Yudo

Simpan

 

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: