Amang Abror Terpilih Sebagai Direktur Komando Psikologi UIN Maliki

 Suara Mahasiswa

Serius: Suasana Saat Rapat LPJ dan Sekaligus Pemilihan Kandidat Direktur Komando

PsychoNews – Komunitas mahasiswa Anti Obat-Obatan Terlarang (Komando) rabu (10/5), kembali melakukan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang bertempat di Ruang Laboratorium Eksperimen Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang. Pelaksanaan LPJ ini di buka dengan sambutan oleh direktur komando, Maulana Arif Muhibbin sekaligus pembina komunitas komando, Anwar Fuady, M.A. Selepas sambutan, acara dilanjutkan menuju ke acara inti yakni pembacaan LPJ komando selama kepemimpinan Arif sekaligus menanggapi LPJ tersebut dengan memberikan saran maupun komentar terhadap kegiatan komando yang sudah terlaksana. Dipandu oleh Vinta Anggraini sebagai moderator, pelaksanaan LPJ ini berakhir dengan lancar.

Menginjak acara selanjutnya yakni pemilihan kandidat direktur baru komando untuk periode 1 tahun kedepan. Oleh Arif, “kandidat direktur baru ini alangkah baiknya berasal dari angkatan 2015”. Karenanya, seluruh anggota komando diberikan waktu sekitar 10 menit untuk mendiskusikan siapa yang bakal maju sebagai kandidat ketua komando berikutnya. Berdasarkan kesepakatan bersama terpilihlah tiga orang calon direktur komando, mereka adalah Fairuz Muntaqqo, Muhammad Amang Abror, dan Muhammad Nurul Fikri Sasikome. Ketiga calon direktur komando ini selanjutnya diberikan pertanyaan oleh beberapa anggota komando, masing-masing kandidat mendapatkan sepuluh pertanyaan seputar visi misi mereka untuk membawa komando kedepannya.

Pemilihan dilanjutkan dengan sistem voting oleh seluruh peserta yang hadir. Pada proses voting ini, perolehan poin kandidat Fairuz dan Amang bersaing dengan ketat. Hingga akhirnya, terpilihlah Muhammad Amang Abror sebagai direktur komando yang baru sekaligus sebagai penerus perjuangan Arif untuk membawa komunitas komando menjadi komunitas yang lebih baik lagi. Pada kepemimpinan sebelumnya memang tidak ada posisi wakil direktur dalam komado, untuk itulah Amang memberikan kesempatan kepada anggota komando yang bersedia untuk menjadi wakilnya. Hingga akhirnya terpilihlah Vinta sebagai wakil direktur komando bersama Amang sebagai nahkodahnya.

Terakhir, Arif berpesan kepada direktur baru komando untuk menjadi seorang pemimpin yang bisa bekerjasama dengan siapapun, bahkan pada musuh sekalipun. “Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa bekerjasama dengan semua orang bahkan musuh sekalipun dan tidak ada anggota yang tidak bermanfaat. Sehingga pandailah melihat potensi yang ada dalam diri anggotamu. Kembangkan dirimu, angkat anggotamu, dan besarkan organisasimu” pesannya.

Ceremonial Serah Terima Jabatan untuk Direktur Baru Komando

Arif mempersilahkan semua anggota komando untuk mengikuti segala organisasi yang ada di kampus hijau ini. Komando tidak akan membatasi bakat dan minat para anggotanya. Justru ia bangga jika ada anak dari komando yang bisa membuktikan eksistensinya dalam berbagai bidang. Namun, ia berpesan kepada semuanya bahwa jika komando merupakan sesuatu yang baik maka pertahankan dan jika komando membawa dampak buruk maka perbaikilah menjadi sebuah komunitas yang baik dimata semua orang. “Jika komando baik maka pertahankan dan tingkatkan. Namun, jika komando buruk maka perbaikilah. Jangan sampai ketika kita sudah bergabung dengan komando kita tidak mendapat apa-apa” tuturnya.

Pada dasarnya, setiap manusia yang ada di bumi ini disebut sebagai pemimpin. Sebagai pemimpin, mereka memikul semua tanggung jawab, sekurang-kurangnya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Ibn Umar r.a berkata bahwa beliau telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”. Dengan demikian, hakikat kepemimpinan adalah tanggung jawab. Wujud dari tanggung jawab adalah kesejahteraan.

Pemimpin yang baik hendaknya berlandaskan kepada cara kepemimpinan Rasulullah SAW dalam memimpin umatnya. Tiga karakteristik kepemimpinan Rasulullah saw berdasarkan firman Allah QS. al-taubah (9): 128. Pertama, sense of crisis. Pemimpin harus memiliki kepekaan atas kesulitan anggota yang dipimpinnya dengan melalui empati dan simpati. Empati mempunyai arti kemampuan untuk memahami kesulitan orang lain yang nantinya akan mendorong simpati baik berupa dukungan moral maupun material. Kedua, sense of achievement. Seorang pemimpin harus mempunyai semangat yang menggelora guna meraih kemajuan terhadap apa yang dipimpinnya. Sejalan dengan hadist diatas, bahwa pemimpin yang bertanggung jawab maka kesejahteraan akan mudah untuk didapatkan. Dan yang terakhir, seorang pemimpin harus mempunyai rasa kasih dan sayang. Kasih sayang adalah pangkal kebaikan, dengan kasih sayang mudah bagi seorang pemimpin untuk berbuat baik kepada anggota-anggotanya karena setiap tingkah laku seorang pemimpin selalu lekat dengan kasih sayang didalamnya. (red.Ms)

Reportase         : Wachidatul Zulfiyah

Editor                  : Fauza Nor Hidayah

Simpan

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: