Alvina: Saya Ingin Belajar Psikologi dengan Bahasa Arab

 Sosok

Sosok Alvina Rosyida Anggota Psychodebate

Pusat Pengembangan Bahasa Arab (PPBA) UIN Malang tahun ini mengadakan lomba debat berbahasa Arab antar kelas A. Lomba yang dimulai sejak tanggal 08-15 Mei 2017 itu diikuti oleh 22 group perwakilan dari masing-masing kelas, yaitu kelas A1 sampai A6 putri dan A1 sampai A5 putra. Salah satu delegasi dari kelas A2 putri adalah Alvina Rosyida (20), mahasiswi Fakultas Psikologi semester 2. Alvina menjadi salah satu delegasi kelasnya bukan tanpa sebab. Lulusan Gontor 1 ini memang menaruh minat yang besar dalam bidang debat dan sangat menyukai Bahasa Arab. Guna melatih kemampuannya ketika mengikuti event debat, Alvina mengikuti komunitas Psychoworld, yang mana komunitas ini mewadahi para mahasiswa yang berkeinginan untuk belajar debat yang tergabung dalam devisi Psychodebate.   Meski kalah pada putaran pertama, Alvina mengaku tidak patah semangat dan malah termotivasi untuk semakin meningkatkan kemampuan debatnya.

Kecintaannya pada bidang debat baru ia rasakan semenjak memasuki bangku perkuliahan. Alvina memiliki kemampuan berbicara Bahasa arab yang mumpuni, hal ini menjadikan ia tampil percaya diri dalam mengikuti debat berbahasa Arab. Ia berharap suatu saat nanti ia bisa mengikuti lomba debat Psikologi dengan menggunakan Bahasa Arab. Selain itu, mahasiswa asal Blitar, Jawa Timur ini ingin mempelajari Psikologi dengan menggunakan Bahasa Arab sebagai pengantarnya.

“Saya ingin mempelajari Psikologi dengan menggunakan Bahasa Arab, soalnya saya lebih tertarik dengan Bahasa Arab daripada Bahasa Inggris. Kedepannya juga, saya ingin mengembangkan kemampuan berbicara maupun menulis seputar tema psikologi dalam Bahasa Arab, jadi tidak hanya Bahasa Inggris melulu,” jelas Alvina saat wawancara semalam, Sabtu (13/05).

Di sela pembicaraan hangat di kantin ma’had putri tersebut, Alvina menungkapkan bahwa ia sangat menyayangkan program PPBA yang hanya menekankan pembelajaran Bahasa Arab secara dasar dan umumnya saja. Padahal jika mahasiswa mempelajari Bahasa Arab sesuai dengan jurusannya pasti akan lebih bermanfaat. Mahasiswa yang juga seorang reporter di salah satu organisasi kampus ini juga sangat prihatin melihat minimnya semangat mahasiswa UIN dalam mempelajari Bahasa Arab, terlebih mahasiswa psikologi. Padahal kemampuan berbahasa Arab di jurusan ini masih sangat langka.

“Mungkin teman-teman sudah bosan dengan PPBA, jadinya tambah nggak semangat belajar Bahasa Arab. Ditambah kemampuan Bahasa Inggris lebih banyak dituntut di jurusan psikologi,” ungkapnya.

Entah mengapa, banyak orang yang mengatakan kalau Bahasa Arab itu lebih sulit daripada Bahasa Inggris. Pernyataan ini mungkin ada benarnya, jika yang bersangkutan lebih menyukai Bahasa Inggris daripada Bahasa Arab atau lebih sering bergelut dengan Bahasa Inggris. Tak heran, di mana-mana akan lebih sering kita jumpai tempat kursus Bahasa Inggris daripada Bahasa Arab. Padahal Bahasa Arab juga merupakan bahasa Internasional selain Bahasa Inggris.

Fenomena ini juga dapat dilihat di kalangan mahasiswa yang jarang sekali mau mempelajari Bahasa Arab, selain mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab atau Pendidikan Bahasa Arab. Kebanyakan mahasiswa lebih memilih mempelajari Bahasa Inggris karena tuntutan untuk mampu berbahasa Inggris lebih besar. Hal ini tentu memprihatinkan, terlebih kepada mahasiswa dari kampus Islam, seperti UIN, IAIN, dan STAIN. Sebagai generasi penerus bangsa dan agama, mahasiswa harusnya mau mempelajari keduanya agar lebih dekat dengan bahasa Islam dan juga bahasa dunia. Allah berfirman dalam al-Qur’an surat Yusuf ayat 2 yang artinya, “Sesungguhnya kami telah menurunkannya berupa Qur’an berbahasa Arab agar kamu semua mengerti.” Ayat tersebut menegaskan bahwa jika kita ingin mengetahui apa yang terkandung dalam al-Qur’an, maka kita harus bisa memahami Bahasa Arab pula. Bahasa Arab merupakan kunci memahami ilmu-ilmu agama Islam.

Di akhir perbincangan, Alvina menyatakan bahwa ia berharap agar kurikulum PPBA bisa diperbaiki lagi dan lebih memperhatikan kebutuhan mahasiswa. Ia juga berharap bisa membentuk kelompok belajar psikologi dengan Bahasa Arab sebagai pengantarnya. Alvina berpesan dengan kalimat yang menjadi semboyan hidupnya. Jika ingin menaklukan dunia, kuaisai dahulu bahasanya. (Red.Ms)

Penulis             : Yuni Hadziqoh

Editor                : Faoza Nor Hidayah

Simpan

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: