Eksklusif Prof. Koentjoro: Fundamental Research dan Pengolahan Data Kualitatif

 Liputan Terkini

Antusias: Prof. Drs. Kuentjoro, MBSc, Ph.D dua jam diskusi dengan dosen dan mahasiswa Psikologi UIN Maliki Malang

PsychoNews – Diskusi eksklusif dengan Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D kembali digelar oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang setelah sesi kuliah tamu. Kali ini mengusung tema “Fundamental Research dan Pengolahan Data Kualitatif” yang dilaksanakan di ruang Psychomovie Fakultas Psikologi (27/04/17). Koentjoro menjadi narasumber utama dalam diskusi terbatas yang dihadiri oleh beberapa dosen dan kurang lebih 50 mahasiswa Fakultas Psikologi dari berbagai angkatan. “Salah kaprah dalam penelitian yang sering kita lakukan adalah kata kunci dari penelitian kualitatif mengenai bagaimana membina raport.” tutur Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta saat membuka diskusi. Pernyataan pembuka Profesor Koentjoro menghipnotis seluruh peserta yang hadir dalam diskusi tersebut. Sejenak suasana menjadi hening akan rasa ingin tahu yang meluap-luap dari peserta diskusi.

Koentjoro menjelaskan bahwa paradigma penelitian kualitatif itu berbeda dengan penelitian kuantitatif. Selain itu, paradigma pos positivistik berbeda dengan paradigma penelitian kualitatif pada umumnya. Penelitian kualitatif hanya membutuhkan sumber data yang diperolah melalui subyek, informan, written document, dan unwritten document. Informan terbagi menjadi tiga, yaitu tahu, pelaku, dan ahli. Perihal yang harus diperhatikan dalam penelitian kualitatif meliputi membina raport, sumber data, dan keberanian. “Syarat dalam penelitian kualitatif ada tiga aspek, yaitu membina raport, sumber data, dan keberanian,” jelas Profesor yang pernah mengambil Short course Drug Surveliance, di Victoria University, Australia.

Profesor Koentjoro juga memaparkan empat keberanian yang harus dimiliki dalam melakukan penelitian kualitatif yaitu, keberanian dalam menghadapi obyek, risiko, menegakkan kode etik, dan menceritakan jenis pekerjaan pada orang yang disayang. Pahami dan berani berbaur dengan obyek yang kita teliti, semisal kita harus memahami budaya anak jalanan dengan cara berbaur dengan mereka. Pandangan masyarakat tentang anak jalanan dan keakraban kita terhadap anak jalanan memunculkan sebuah isu yang bersifat negatif, Memegang prinsip dalam melaksanakan penelitian, dan juga menceritakan segala kejadian tanpa terkecuali kepada orang yang disayang. “Berbaur dengan orang yang berbeda budaya dengan kebiasaan kita sehari-hari, menghadapi isu yang beredar terkait penelitian, memegang prinsip dalam kondisi apapun hingga menceritakan semua kejadian dalam proses penelitian pada orang yang kita cintai membutuhkan sebuah keberanian yang kuat, tidak boleh setengah-setengah,” tegas Profesor yang mengambil master Behavior Science di La Trobe University Australia.

Baca Juga: Liputan Khusus Kuliah Tamu Membangun Komunikasi Beradap Melalui konsep SMEPPPA oleh Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D

Diskusi eksklusif kali ini menambah cakrawala mahasiswa menjadi researcher yang professional dalam melakukan sebuah riset. “Saya merasa dalam penelitian saya terdapat sesuatu yang kurang sesuai dan salah saat belajar meneliti,” ungkap Mihmidati, salah satu peserta. Peserta menikmati materi yang disampaikan dengan baik. “Diskusinya menarik, asyik, dan penting untuk membuat skripsi” ungkap Iqbal Ali Wafa, mahasiswa semester VIII yang tengah merampungkan skripsinya.

Profesor Koentjoro menutup diskusi dengan menjawab pertanyaan peserta sekaligus memberi pesan singkat mengenai penelitian kualitatif. “Dalam mengorelasikan kitab alala  sebagai subyek penelitian maka anda harus lebih teliti dalam mengorek fakta-fakta yang ada dan menghubungkan dengan teori psikologi. Terkadang faktanya sudah benar tetapi memasukkan dalam teori psikologinya yang kurang pas. Rumus dari berbagai macam penelitian hanya satu yaitu memegang kunci jenis penelitian dan melakukannya dengan benar.“ jelas Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada yang mengambil gelar Doktornya di La Trobe University dan berfokus pada Social Work & Social Policy.

Peserta diskusi berharap agar lebih sering diadakan forum maupun diskusi terkait dengan penelitian mengingat minat mahasiswa fakultas psikologi, bahkan hampir semua mahasiswa yang minim dalam hal penelitian. ”Diskusinya menarik, akan lebih menarik jika sering diadakan mengingat minat mehasiswa psikologi terhadap penelitian yang sangat kurang,” ungkap Nurhayati, mahasiswi psikologi semester IV.

Segala jenis ilmu pasti memiliki dasar beserta cabang. Kita harus mempelajari keduanya guna memudahkan dalam memahami serta mempraktekkannya dalam keseharian. Pemahaman akan kedua ilmu tersebut didapat melalui guru yang ahli dalam bidangnya. Inilah pentingnya sebuah forum yang membahas tentang keilmuan dan dipimpin langsung oleh orang yang ahli dalam bidangnya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Q.S. Kahfi ayat 56 yang artinya “Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi orang-orang yang kafir membantah (mendebat) dengan yang bathil, agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang haq”. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya orang yang ahli dalam bidangnya untuk menularkan ilmu yang dia miliki kepada orang lain. Ketika hal ini bisa terlaksana dengan baik, ilmu tidak akan hilang begitu saja karena telah diwariskan kepada jiwa-jiwa yang haus akan ilmu. (Red.Ms)

Reportase         : Firda Hana Virantia

Editor                 : Faatihatul Ghaybiyyah

Simpan

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: