Komunitas ICPro Psikologi Gelar Workshop Digital dan Kepenulisan

 Suara Mahasiswa

Serius: Tampak pemeteri menjelaskan pengalaman dan keahlian profesinya masing-masing

PsychoNews – Komunitas ICPro Fakultas Psikologi UIN Maliki kembali menyelenggarakan workshop. Kali ini workshop menghadirkan kesan tersendiri dari kegiatan sebelumnya. Berbeda pada workhsop lainnya yang diadakan di gedung – gedung Universitas, komunitas Inspiration Class Programs (ICPro) Fakultas UIN Maliki Malang menggelar acara Workshop Digital dan Kepenulisan di Café Toeman, Merjosari, Malang  pada sabtu kemarin (25/02). Acara ini diadakan dalam rangka memperingati hari jadi ICPro yang kedua. Sesuai dengan temanya, Panitia penyelenggara mengundang beberapa pemateri diantaranya, Mas Yoyo sebagai praktisi videografi dan sejarah, Syaiful Arif Komunitas Camera Indonesia, Devi Kumala penulis Novel Metropolitan, Mas Ilal dari Singhasari TV, Pak Yudi Rohman praktisi Videografi, serta Kak Arif dari External About Maliki Design. Semua pemateri tersebut adalah teamwork ICPro sendiri. Karena persiapan yang cukup singkat, panitia membuka peserta untuk umum secara bebas tetapi dengan jumlah kursi yang terbatas.

ICPro menggelar acara workshop digital dan kepenulisan ini berawal dari fenomena yang terjadi dengan melihat 50% dari kehidupan seseorang dalam 24 jam dapat dipastikan memegang gadget dan bermain digital. “Apakah seperti itu kita sebagai konsumen atau penikmat saja? Misalnya youtube, kita cuma hanya nonton saja dan tidak upload karya kita. Nah makanya itu untuk menghindari itu kita membuat pembekalan digital, yang isinya ada fotografi, design, film, dan lain sebagainya.” ujar Navi selaku ketua ICPro.

Workshop digital ini memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengetahui bagaimana sejarah digital, cara menggunakan camera, cara mendesign yang baik itu bagaimana, melalui penjelasan yang sudah disampaikan oleh beberapa pemateri yang tentunya setiap pemateri memiliki pengalaman dibidangnya masing-masing. Misalnya kak Arif menjelaskan bahwa cara mendesign dan cara memanipulasi tanda tangan, cara membuat berbagai design, pamphlet, kalender, dan lain sebagainya dengan menggunakan coreldraw dan photoshop. Selain itu, Pak Yudi menyampaikan ada 4 hal landasan dalam kurikulum yaitu, filosofis, psikologi, sosiologis, dan tegnologis atau IPTEK. Sosiologis keterkaitannya dengan pendidikan tentang kehidupan bermasyarakat, fisafat , psikologis belajar dan perkembangan, dan tegnologis sebagai sarana audio visual, cara membuat audio visual, bagaimana membuat videografi, serta peran audio visual harus bermuatan pendidikan yang tidak hanya menampilkan foto-foto saja.

Ketika membahas masalah teknologi, Islam sendiri memiliki landasan dalam mengarungi dunia keilmuan, seperti ayat dalam firman Allah yang artinya,”Jika kamu sanggup menembus(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”(QS.55:33) maka yang dimaksud darinya adalah kelapangan dan kedalaman ilmu. Ayat tersebut merupakan anjuran bagi siapapun yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mengembangkan kecerdasan dan kemampuannya sampai sejauh mungkin menembus penjuru langit dan bumi. Oleh karena itu, manusia ditantang dan dianjurkan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Al-Qur’an juga meendorong umat manusia untuk mengadakan penelitian baik di bumi maupun di langit agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup dan umat Islam bisa terbang ke luar angkasa bila ilmu pengetahuan dan teknologinnya memadai seperti yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an.

Di akhir acara salah satu teamwork ICPro menyampaikan “ Berkarya itu  tidak  hanya sekedar berkarya tetapi berkaryalah dengan 4 hal yang dapat memperkaya kualitas karya kita yaitu filosofi, psikologi, sosiologi dan mengikuti perkembangan teknologi dengan baik. Kemudian satu kata yang menarik dari saya one of the interesting thing in humans is it self, satu hal yang paling menarik dari manusia adalah manusia itu sendiri yang meniliki kecerdasan masing-masing, baik yang audiovisual maupun kecerdasan naturalis dan lain sebagainya maka manfaatkanlah kecerdasan itu dan karya itu hidup, maka hiduplah untuk berkarya.” Ujarnya dalam penutupan acara. (Red.Ms)

Reportase               : Faizzatur Rohmah

Editor                       : Sudrajat Yudo

Simpan

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: