Sertijab LSO OASIS Wujudkan Solidaritas Antar Anggota

 Suara Mahasiswa

Semangat: Suasana Sertijab LSO OASIS Psikologi UIN Maliki Malang

PsychoNews – Salah satu Lembaga Semi Otonom Fakultas Psikologi, LSO Peer Counseling OASIS telah mengadakan serah terima jabatan (Sertijab). LSO Peer Counseling OASIS adalah LSO yang bergerak pada bidang konseling. Kegiatan Makrab yang berinti Sertijab ini berlangsung dua hari (11-12/02) di Desa Wisata Tani Temas, Batu, Malang. Makrab LSO Peer Counseling OASIS bertujuan untuk mempererat kekompakan antara angkatan OASIS 2015 dengan angkatan sebelumnya. Kurang lebih 32 peserta yang terdiri dari berbagai angkatan bergabung dalam kegiatan ini. Nur Ulfi Lutfiyah (angkatan 2014), merasa bersyukur diberikan amanah untuk menjadi ketua panitia di salah satu titik akhir kepengurusan OASIS angkatan 2014.

Makrab dimulai pada pukul 09.00 WIB, sabtu (11/02), dilanjutkan dengan pembukaan. Kegiatan selanjutnya adalah game yang dikhususkan untuk angkatan 2015. Dalam game ini setiap anggota kelompok harus mengumpulkan 29 kertas kecil dengan warna berbeda-beda yang tersebar di sekitar area vila. Di dalam kertas yang berwarna tersebut terdapat macam-macam job description yang ada dalam OASIS.  Tujuan game ini agar peserta bisa saling akrab satu sama lain, karena mereka saling bertukar kartu yang dibutuhkan. “Game ini bikin aku sama temen-temen angkatan jadi akrab banget tanpa harus diminta oleh panitia untuk akrab” ujar Jemmima, salah satu peserta angkatan 2015. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi dan penyusunan job description OASIS. Memasuki waktu dhuhur seluruh peserta dan panitia OASIS melakukan solat dhuhur berjama’ah di aula yang telah disediakan. Berbagai macam permainan dilakukan oleh peserta makrab hingga pukul 15.00 WIB. Cuaca yang kurang bersahabat tidak menurunkan kekompakan dan antusias peserta dalam mengikuti permainan.

Seluruh Peserta Sertijab LSO OASIS Psikologi UIN Malang

Kegiatan selepas shalat Ashar adalah interview untuk angkatan 2015 tentang harapan untuk masa depan OASIS, dilanjutkan dengan pesan dan kesan dari peserta yang dilakukan setelah maghrib. Rapat kepengurusan anggota baru dilakukan hingga pukul 23.30 WIB. Selanjutnya, peserta Makrab berkumpul di aula untuk diberikan pengumuman tentang dua kandidat direktur OASIS 2015. Jemmima Azmi Akmala dan M. David Wahyu A.F.Y., dua kandidat yang mendapat kesempatan untuk menjelaskan visi misi untuk menjadi nahkoda LSO Peer Counseling OASIS. Berdasarkan hasil rapat, direktur terpilih adalah David (sapaan akrabnya). Dalam pembentukan formasi OASIS diadakan sidang formatur berdasarkan nama-nama yang sudah terpilih sebelumnya. Sidang ini berlangsung pukul 23.00-03.00 pagi. Pembacaan surat keputusan kepengurusan baru OASIS dilakukan tepat setelah adzan shubuh, minggu (12/02). M. David Wahyu A.F.Y. resmi menjadi nahkoda OASIS angkatan 2015.  “Jagalah kekompakan, karena saat saya menjadi direktur tak ada artinya tanpa support temen-temen lainnya. Mari kita topang bersama dan bahu membahu untuk OASIS, tidak ada nama direktur atau apa, yang ada kita adalah keluarga” ujar Hario selaku direktur angkatan 2014 sebagai pesan pada kepengurusan OASIS yang baru.

Dalam mewujudkan visi misi dalam satu organisasi dibutuhkan kekompakan dalam menjalankan tugas. Sebagaimana pepatah “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” merupakan salah satu bukti  bahwa dalam menjalankan segala sesuatu kita harus menjaga kesolidan satu sama lain, jika tidak maka sesuatu yang kita perjuangkan tidak akan mencapai hasil yang memuaskan. Kesolidan itu diawali dengan menyambung tali silaturahmi sehingga memperkuat rasa persaudaraan satu sama lain. Hal ini tertuang dalam salah satu hadits yang driwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, ia berkata: sesungguhnya Nabi saw. bersabda : “Janganlah kalian saling hasud, saling membuat makar, dan saling bermusuhan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR Muslim). Sederhananya, sebagai hamba Allah yang senantiasa memohon petunjuk-Nya, kita harus pandai menjaga hubungan vertikal (hablum minallah) dan hubungan horizontal (hablum minannass). Keseimbangan antara keduanya akan menentukan sejauh mana kita mampu untuk menjadi makhluk sosial yang baik dan tetap pada Ridho-Nya. (Red.Ms)

Reporter           : Firda Hana Virantia

Editor                : Faatihatul Ghaybiyyah

Simpan

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: