Yudisium 2016: Sarjana Psikologi Harus Jadi Pribadi yang Handal

 Liputan Terkini
Para Wisudawati Fakultas Psikologi Semester Genap 2016 Mendengarkan Pengarahan Dekan

Serius: Para Wisudawati Fakultas Psikologi Semester Genap 2016 Mendengarkan Pengarahan Dekan

PsychoNews – Senyum ceria terlihat di Fakultas Psikologi pagi ini, tak ayal kurang lebih dari 66 mahasiswa Psikologi memadati Ruang PsychoStudio untuk mengikuti acara yudisium. Acara tahunan yang digelar pada hari Kamis (17/3) tersebut dimulai sekitar pukul 9.00 WIB dan selesai pada pukul 14.20. Berdasarkan laporan akademik oleh wakil dekan bidang akademik, Dr. Fathul Lubabun Nuqul, M.Si, menjelaskan bahwa lulusan terbaik pada yudisium periode Maret ini dengan IPK 3, 86. “Lulusan terbaik I diraih oleh Lely Nur Azizah dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,85, lulusan terbaik II diraih oleh Qonita Permata Putri dengan IPK 3,81, dan lulusan terbaik III diraih oleh Melda Alfi S, dengan IPK 3,72” kata wakil dekan bagian akademik.

Lely Nur Azizah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah memberi banyak kontribusi terhadap dirinya.. “Terimakasih untuk Bapak dan Ibu yang telah mengizinkan saya kuliah di psikologi. Terimakasih untuk doa-doanya yang tak pernah putus, untuk cinta dalam sujud-sujud panjang di sepertiga malam. Terimakasih untuk guru-guru terbaik. Terimakasih telah mengajarkan saya bagaimana menjadi mahasiswa. Bagaimana mahasiswa itu, berjiwa ketika ia berkarya, mengabdi, berdedikasi untuk Bangsa.” kata gadis yang akrab disapa Lely ini.

Lely juga menambahkan bahwa ia begitu senang dan bangga karena telah memiliki guru-guru yang selalu menjadi teladan serta inspirasinya. “Terimakasih untuk para dosen, yang telah mengajarkan saya tentang bagaimana melayani dengan hati, dengan cinta. Saya masih terkagum-kagum rumah seorang dosen terbuka 24 jam dan siap didatangi mahasiswa kapanpun untuk konsultasi. Terima kasih untuk inspirato fakultas, telah mengajari saya untuk bermimpi, untuk membangun mimpi, bagaimana cara menemukan orang yang tepat untuk kemudian bersama-sama merealisasikan mimpi.” tambahnya.

Selain ucapan terimakasih, Lely juga memberikan beberapa pesan untuk dirinya serta teman seperjuangannya. Pesan pertama yang disampailan Lely adalah agar kita semua tidak pernah berhenti belajar di universitas kehidupan. “Apapun yang dialami, jangan pernah berhenti belajar di Universitas kehidupan. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah salah satu Universitas kehidupan, maka setelah kita keluar dari universitas ini, kita juga harus bersiap melangkah ke universitas kehidupan selanjutnya. Maka jangan pernah hentikan belajar itu. Baik di universitas perusahaan, universitas kemasyarakatan, ataupun universitas kemertuaan. Selalu belajar, menjadi pribadi pebelajar.” jelasnya.

Lely juga berpesan kepada dirinya sendiri dan kepada teman seperjuangannya untuk tidak pernah berhenti mengabdi. “Jangan pernah berhenti mengabdi. Sarjana dilahirkan akan diberi pertanyaan bagaimana kontribusi Anda untuk negeri? Maka tidak bersyukur sekali ketika kita tidak mengabdi, kita sibuk mencari uang sendiri tetapi lupa mengabdi untuk orang di sekitar kita”. Diakhir sambutannya, Lely mengajak dirinya serta teman seperjuangannya untuk selalu belajar, total untuk mengabdi, berpikir dan bertindak kritis, dan tidak lupa bersyukur.

Dekan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Dr. Lutfi Musthofa, M.Ag, dalam sambutannya berpesan kepada peserta yudisium agar selalu membangun positive psychology dan menjaga nama baik fakultas. Selain itu, Luthfi juga berharap agar lulusan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang untuk kembali pada substansi ajaran Islam yang rahmatal lil alamin dan selalu melakukan dakwah di segala segi psikologi. “Saya harap para alumni memiliki keterampilan psikologis untuk menghadapi berbagai tuntutan zaman serta melakukan dakwah di segala segi psikologi.” kata Lutfi. Selain itu, orang nomor satu di Fakultas Psikoogi itu juga menegaskan dan berpesan kepada para peserta yudisium agar selalu berbakti kepada orang tua. “Baktikan diri kalian yang pertama kali pada orang tua. Kalau sekarang Anda belum punya uang untuk membahagiakan orang tua, minimal baktilah dengan doa, selalu mendoakan orang tua dan membanggakan orang tua.” tambahnya. (Red. AF/Ms)

Reporter: Setyani Alvinuha

Editor     : Nur Jihan

Simpan Berita

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: