Riset Kolaboratif Tradisional Games Meriahkan Kuliah Kualitatif

 Rilis Berita
Semangat: Salah Satu Tutor Kolaborator Membagi Pengetahuan Riset Dengan Mahasiswa

Semangat: Salah Satu Tutor Kolaborator Membagi Pengetahuan Riset Dengan Mahasiswa

PsychoNews – Riuh tepuk tangan bergemuruh di ruang kelas yang di ampu oleh Wakil Dekan III Fakultas Psikologi, Dr. Mohammad Mahpur M.Si., rabu kemarin (2/03). Datangnya para tutor berparas cantik dari Omah Bocah An-Nafi menambah antusias para mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan tersebut. Para tutor cantik yang dikenal dengan panggilan ustadzah Anis dan Ustadzah Nisa ini membantu mahasiswa membuka pemikirannya tentang mata kuliah kualitatif yang sedang di jalani oleh mahasiswa semester 6 ini. “Memberikan kesempatan anak untuk bahagia dan belajar menjadi apa yang dimainkan” ungkap Ust. Anis disela pemberian materi di kelas tersebut. Inspiring from tradisional games merupakan penelitian kaloborasi yang telah dilakukan oleh dosen kreatif di Fakultas Psikologi ini.

Penelitian yang menggunakan subjek dari siswa-siswi di Omah Bocah Annafi ini membantu membangun sekolah yang dulunya siswa bersifat individualis (kurang terasah, kurang kreatif dan kurang berinteraksi) menjadi siswa yang mempunyai sifat kelompok (mulai tereksplor kreativitasnya). Manajemen waktu yang baik membantu para pengajar untuk bahu-membahu melakukan perubahan di sekolah yang dibangun dengan konsep full day tersebut. Permainan cubleg-cubleg suwung yang merupakan permainan tradisional yang dijadikan objek penelitian tersebut telah memberikan inspirasi yang tidak terduga sebelumnya oleh Wakil Dekan III ini. “Saya kaget, karena ternyata dari penelitian ini mampu menggali lebih dalam hal-hal yang tidak terduga, ini memperlihatkan pada kita bahwa penelitian kualitatif mampu menggali informasi lebih mendalam dari seorang subjek. Bahkan, informasi baru yang ditemukan ustadzah tidak terduga oleh peneliti sehingga kebaruannya betul-betul mencerminkan hidupnya penemuan dan penuturan partisipan.” Inilah kelebihan penelitian kualitatif. Apa yang tidak terpikirkan oleh peneliti, justru akan muncul saat mana partisipan penelitian menemukan inisiatif dan pengetahuan baru. Kelebihan penelitian kualitatif dengan pendekatan partisipatif akan melahirkan subyek-subyek merdeka dalam berpikir dan bertindak yang boleh jadi pikiran dan tindakan tersebut di luar pemikiran peneliti.

Mulai tergantikannya mainan tradisional oleh mainan modern membuat anak-anak mulai bergeser hak-hak bermain terutama bermain kelompok yang melatih anak meningkatkan kemampuan sosial-emosionalnya. Hal ini yang membuat para tutor ini mulai mencoba kembali permainan tradisional cubleg-cubleg suwung ini, untuk membantu anak berinteraksi dan bekerja sama baik dengan teman-temannya. Hasil yang telah didapatkan 1 tahun ini ialah penemuan-penemuan hebat tentang permainan cubleg-cubleg suweng ini seperti: terdapatnya sikap legowo dari seorang anak, mengajari anak menerima suatu kegagalan, memunculkan rasa senang pada anak, menumbuhkan rasa kekompakan, dan belajar aturan main serta menjaga kerahasiaan yang dibutuhkan seorang anak. Temuan-temuan seperti ini yang tidak dipikirkan oleh peneliti, tetapi para ustadzah sebagai partisipan penelitian partisipatoris ini telah mampu memodifikasi permainan tradisional. Anak-anak kemudian berkembang secara lebih dinamis, berbeda sama sekali dengan anak-anak yang selama ini terjebak dalam pembelajaran konvensional semata-mata. Melalui permainan tradisional anak-anak menemukan pengalaman langsung, sementara anak-anak yang belajar konvensional, mereka hanya fokus pada penajaman kognitif tetapi tidak mampu memperoleh pengalaman langsung di lapangan. Hal ini terjadi karena pembelajaran konvensional lebih banyak berfokus pada teks daripada konteks.

Dalam akhir katanya, ustadzah Anis memberikan kalimat motivasi yang mampu menumbuhkan semangat peneliti-peneliti muda yang akan memulai penelitiannya semester ini. Transformasi kontekstualpun terjadi dalam pikiran-pikiran hikmah ustadzah. Melalui internaliasi kemajuan permainan tradisional, ustadzah mampu mengompilasi kata-kata bijak dari proses refleksi selama memodifikasi permainan tradisional di Omah Bocah An-Nafi’. Kata-kata bijak itu langsung disampaikan di depan kelas sambil menutup presentasinya, “orang hebat adalah orang yang berani mengambil sebuah keputusan dan berani menerima resikonya”, ucapnya, yang diikuti tepuk tangan meriah para mahasiswa tersebut. (Red.Mm/Ms)

Reportase         : Fauza Nur Hidayah

Simpan Berita

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: