Pentingnya Pendampingan Anak Usia Dini Akibat Kekerasan Seksual

kekerasan-pada-anak
Gambar Ilustrasi: Kekerasan Anak Usia Dini di Unduh Dari Situs google.co.id

PsychoNews – Anak merupakan salah satu aset Bangsa yang sangat berharga. Keberadaanya menjanjikan berbagai harapan akan berlangsungnya suatu Negara. Namun, disisi lain akan terlihat berbeda ketika keberadaanya luput dari pengawasan orangtua. Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus kekerasan dan pelecehan sexsual bagi anak di bawah umur, salah satu contoh kasus pelecehan seksual pada anak dan wanita yang terjadi di Malang. Pelecehan terjadi pada anak umur 13 tahun dengan seorang laki -laki umur 25 tahun. Motif kejahatan yang dilakukan sangat bervariasi dalam memenuhi hasrat seksualnya, yang berimbas pada korban anak di bawah umur. Dalam kejadian ini, hampir dapat diprediksi anak akan mengalami traumatis dan depresi yang berkepanajangan karena harus menanggung malu seumur hidup.

Peran orangtua dan guru sangat menunjang perkembangan perilaku sang anak, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Perhatian dan tindakan preventif orangtua dapat dimulai sejak anak memasuki usia dini yang masih rentan sekali dengan pengaruh lingkungan sosialnya. Adanya pendampingan dan pengarahan dari orangtua menjadi sangat dibutuhkan untuk memberikan motivasi dan menunjang pengembangan bakat dan mintanya. Lebih dari itu, keberadaan orangtua sebagai pengawas juga menjadi alat kontrol yang cukup efektif agar anak tidak mudah terpengaruh dari ajakan orang lain yang tidak dikenalnya.

Selama proses perkembangan, pengenalan konsep sex education sangatlah di butuhkan untuk menunjang keamanan dan pengenalan tentang organ privasi sang anak. Terdapat beberapa tahapan yang harus dikenali anak tentang pemahaman sex education, antara lain; pengenalan dan mengenali anatomi tubuh bekisar umur 1 – 4 tahun, mengenali dan membedakan jenis kelamin bekisar umur 5 – 7 tahun, perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas bekisar umur 6 – 11 tahun, dan menemukan identitas diri serta perubahan pada diri anak yang bekisar antara umur 12 – 16 tahun.

Dalam konteks ini orangtua dapat mengajarkan kepada anak dengan memahami anatomi dalam tubuhnya dan mampu membedakan bagian tubuh yang dapat diperlihatkan atau tidak dapat dipelihatkan oleh orang lain. Anak harus dapat menolak perlakukan dari orang lain yang sekiranya dapat membahayakan ataupun membuatnya merasa tidak nyaman dan tidak wajar dilakukan. Melatih anak untuk assertive dan tidak mudah percaya dengan orang lain apalagi orang yang baru dikenal. Menolak ajakan orang ketika di ajak ke tempat yang sepi dan menghindari memakai aksesoris yang berlebihan ketika bepergian ke sekolah maupun di luar rumah.

Korban yang mengalami kekerasan seksual pada anak usia dini dapat berakibat fatal bagi dirinya sendiri dan orangtua korban. Anak akan merasa terkucilkan dan merasa dirinya tidak berharga. Dukungan orag tua dan keluarga sangatlah dibutuhkan untuk mengembalikan semangat hidupnya yang hilang. Keterbukaan anak dengan orang tua sangatlah dibutuhkan untuk memulihkan rasa tidak percaya diri pada anak. Membangun kedekatan dengan orangtua dan mengembalikan rasa percaya diri sang anak sangat penting dilakukan agar masa depan dan harapannya tidak putus, karena biar bagaimanapun korban tetaplah individu yang butuh perhatian khusus dalam proses pemulihan mental dan psikisnya.

Adanya dukungan sosial dan emosional dari orangtua dan keluarga akan membuat anak merasa dihargai, disayangi, didukung dan dipercaya. Kelekatan emosional antara angggota keluarga dengan saling jujur dan terbuka akan membuat anak mudah menjalin komunikasi yang efektif dan harmonis. Kemudian untuk membekali mental dan kepribadian sang anak dalam hal ini, orangtua dapat menanamkan pendidikan agama dan memberikan pengetahuan tentang nilai – nilai agama untuk anak. Anak di ajarkan untuk memilih kegiatan positif agar memiiki kesibukan yang positif dan melatih anak untuk mengambil keputusan yang baik untuk dirinya dan orang lain. (Red. Ms)

Penulis: Selly Cadra Ayu

[button href=”http://psikologi.uin-malang.ac.id/wp-content/uploads/2015/07/Pentingnya-Pendampingan-Anak-Usia-Dini-Akibat-Kekerasan-Seksual.pdf” rounded=”” size=”btn-mini” style=”red” target=”_blank”]Simpan [/button]

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan