Self Control: Esensi Puasa di Bulan Ramadhan Bagi Warga Muslim

 Opini

Puasa Ramadhan 2015

Sesekali aku ingin share apa yang terlintas dari hasil bacaan, pikiran, maupun perenungan tentang perintah-perintah agama. karena tidak yakin apakah ini benar dan baik, mohon diberi sedikit waktu dan kritik saran dari opiniku. Maklumi karena aku bukanlah ahli tafsir yang hebat untuk berdakwah, aku hanyalah awam yang ingin belajar agama dan membagikan apa yang dipikirkannya. Karena sedang dalam bulan ramadhan, sepertinya menarik membahas tentang puasa. Baiklah, aku mulai untuk menyebutkan dalil al-Qur’an tentang wajibnya muslim berpuasa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman , diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Tuhan hanya menyapa orang-orang beriman untuk melakukan amalan wajib puasa, Mengapa? karena Tuhan tahu puasa itu berat bagi orang-orang yang tidak beriman. Jadi jangan memaksa dan menghujat mereka (walaupun muslim) yang tidak berpuasa, karena bisa jadi mereka bukan bagian dari orang-orang yang Tuhan sapa.

Jangan pula memaksa orang-orang tidak berpuasa untuk menghormati kalian yang berpuasa, sebab jika kita menjadi bagian orang-orang yang beriman, sekuat apapun orang makan di depan, kiri dan kanan kita, bukanlah penghalang kita berpuasa. Justru disitulah tolak ukur dan latihan dari keimanan. Ingatlah tidak ada pelaut handal yang lahir dari laut yang tenang.

Lalu mengapa Tuhan mewajibkan puasa bagi orang yang beriman? Karena puasa itu ibadah untukNya yang menyentuh hubungan baik vertikal dan horisontal. Tuhan dan makhlukNya. Sebab demikialah orang berpuasa tidak boleh marah-marah, bergosip ria, dan lain-lain, dan oleh itu juga zakat sebagai pelengkap hubungan baik dengan sesama manusia. Dengan bulan suci ramadhan, Tuhan pun membangun keintiman lebih dari 11 bulan bagi orang-orang yang beriman, karena Tuhan begitu pemurah ingin memberikan pahala lebih dan pelajaran yang sangat berarti bagi manusia; kontrol diri (Self control)

Kontrol diri itulah yang terpenting. Kontrol diri bahkan lebih kuat dari segala tantangan yang kita hadapi. Puasa mengajarkan kita untuk mengawasi diri, sebab kita lebih mudah mengawasi bahkan menesehati orang lain daripada diri sendiri. Sampai-sampai konon setelah perang badar, Nabi menasehati hal ini kepada sahabatnya.

Rasulullah bersabda, “Kita ini baru balik dari peperangan yang kecil kepada peperangan yang maha besar

Para Sahabat bertanya: “Apakah peperangan yang maha besar itu ya Rasulullah?”

Jawab Nabi: “Perang melawan nafsu.”

Kontrol diri berkaitan dengan bagaimana individu mengendalikan emosi serta dorongan-dorongan dari dalam dirinya (Hurlock, 1990). Menurut konsep ilmiah, pengendalian emosi berarti mengarahkan energi emosi ke saluran ekspresi yang bermanfaat dan dapat diterima secara sosial. Kontrol diri juga yang akan membuat orang-orang beriman mempergunakan akal dan jiwanya untuk mempertegas batasan baik dan buruk dalam tatanan sosial pada sesama manusia, semesta dan Tuhan.

Kontrol diri akan membantu manusia mengendalikan hati dari nafsu-nafsunya, karena hati menurut Al Qur’an adalah al-qalb (berbolak-balik). Hati ini yang menentukan sikap dan tindakan manusia, termasuk mempengaruhi kesehatan tubuh manusia. “Ingatlah, sesungguhnya dalam tubuh terdapat sepotong daging. Manakala ia baik, seluruh tubuhnya menjadi baik. Manakala ia rusak, seluruh tubuhnya menjadi rusak. Ingatlah, sepotong daging itu adalah hati”, sabda Nabi SAW (H.R. Imam Muslim)

Dan hati yang bersihlah tempat iman dan hidayahNya bermukim. Puasa barangkali mengajarkan kita mengontrol diri dengan menjernihkan ataupun melebih jernihkan hati bagi orang-orang yang beriman, karena untuk naik kelas seseorang butuh di beri ujian. Semoga kita menikmati puasa sebagai orang beriman, yang tidak hanya mendapatkan haus lapar. (Red. Ms)

Penulis: M. Saiful Haq

Simpan Berita

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: