KKM Tematik Posdaya 2015: Wujudkan Aktualisasi Diri Mahasiswa

 Opini, Sorotan Kritis
KKM Tematik

Para Narasumber Kuliah Umum dan Pelepasan KKM Tematik Posdaya Berbasis Masjid 2015

PsychoNews – Hadirnya Bupati Malang Rendra Kresna dalam agenda Kuliah Umum dan Pelepasan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Posdaya Berbasis Masjid Tahun 2015 semakin menambah meriah para peserta KKM 2015. Acara yang diselenggarakan di Gedung Jenderal Besar H. M. Soeharto ini juga dihadiri oleh Dr. Hj. Mufidah Ch, MAg, selaku Ketua LP2M UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A. Ph.D., sebagai Ketua Yayasan Damandiri Jakarta, Dr. H. M. Zainudin sebagai Wakil Rektor I UIN Maliki Malang, para dekan, perwakilan DMI (Dewan Masjid Indonesia), dan sekitar 3000 mahasiswa peserta KKM 2015 (20/6).

Istighosah yang dipimpin oleh K.H. Chamzawi dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi pembuka pada agenda tahunan ini. Mufidah melaporkan bahwa KKM tahun ini terdiri dari 250 kelompok yang merupakan gabungan dari 6 fakultas dengan masing-masing kelompok beranggotakan 11-12 orang. Peserta KKM dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan terhitung sebanyak 752 mahasiswa, Fakultas Syariah (406), Fakultas Humaniora (331), Fakultas Ekonomi (409), Fakultas Saintek (712), dan Fakultas Psikologi (228). Mereka akan ditempatkan di 279 masjid di 22 kecamatan di Malang, sedangkan 1 kecamatan di luar Malang, serta dibantu oleh 55 orang relawan (volunteer) dari mahasiswa semester VI dan VIII.

KKM yang akan diselenggarakan pada 26 Juli-24 Agustus 2015 ini mendapat sambutan hangat dari Bupati Malang, Rendra Kresna. “Di Malang ini, masih perlu sentuhan tangan-tangan untuk bisa mempercepat pembangunan, dalam kegiatan KKM ini diharapkan mahasiswa bisa membuka wawasan bahwa masjid tidak semata-semata untuk tempat beribadah, namun juga bisa menjadi pusat pengembangan masyarakat,” tegasnya. Selain itu, Zainudin menyatakan bahwa mahasiswa harus mencontoh zaman Rasulullah dalam memfungsikan masjid. “Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena bagian dari Tri Darma perguruan tinggi, KKM di UIN ini berbasis Masjid. Masjid harus bisa menjadi pusat pengembangan, seperti pada zaman Rasulullah, masjid digunakan untuk mewujudkan masyarakat Baldatun Toyyibatun Warabbun Ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman),” ungkapnya. Ia pun menambahkan, “Ketika terjun dalam masyarakat, jangan sampai kalian tidak mampu melakukan apa yang diminta oleh mayarakat, karena kalian adalah mahasiswa yang berbasis sosial dan agama, jangan sampai menodai almamater kalian,” tambah dosen Fakultas Tarbiyah yang menjabat sebagai Wakil Rektor 1 ini.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Haryono Suyono. Profesor jebolan University of Chicago bidang Sosiologi ini mengatakan bahwa mahasiswa harus siap membangun bangsa. Kemudian, agenda ini ditutup dengan doa yang sebelumnya dilakukan penyematan tanda “pelepasan” dengan dipakaikannya topi yang bertuliskan KKM Tematik Posdaya Berbasis Masjid pada 6 perwakilan peserta oleh Bupati Malang, Ketua Yayasan Damandiri Jakarta, dan Wakil Rektor 1 UIN Maliki Malang. Penyematan ini diiringi tepuk tangan meriah dari para audiens.

KKM sebagai program tahunan yang harus diikuti mahasiswa semester IV ini diharapkan bisa membuat mahasiswa mampu mengaktualisasikan dirinya dalam masyarakat. Aktulisasi diri adalah keinginan individu untuk mewujudkan kemampuan diri menjadi apapun yang ia mampu untuk mencapainya. Konsep ini ditandai dengan penerimaan diri dan orang lain, spontanitas, ketebukaan hubungan dengan orang lain yang relatif dekat dan demokratis, kreativitas, humoris, dan mandiri. Penerimaan diri dan orang lain adalah salah satu hal sangat penting sebagai syarat aktualisasi diri. Ketika kita bisa menerima diri kita sendiri, semua hal positif akan mengalir dengan mudah dan membuat kita berpikir lebih logis dalam masyarakat. Dengan demikian, kita akan sadar bahwa di dalam masyarakat ada banyak “kepala” dan setiap “kepala” mempunyai pemikiran yang tidak sama. Sehingga, dengan sikap terbuka pada orang lain, kita akan lebih bijak dalam menentukan segala hal, tentu saja dengan memikirkan resiko yang mungkin ada. Selain itu pula, kreativitas dalam diri akan mengalir begitu saja karena telah ada banyak hal yang memunculkan ide-ide kreatif dalam diri kita. (Red.Ms)

Reportase : Faatihatul Ghaybiyyah

Editor          : Sofia Musyarrafah

Simpan Artikel

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: