Papan Catur Jadi Media Interogasi Korban Kekerasan Anak dan Wanita

 Liputan Terkini
Intervensi Papan Catur

Yusuf Ratu Agung (kanan) sebagai klien dan Reni Kusumawardhani (kiri) sebagai psikolog sedang melakukan simulasi Terapi Papan Catur di hadapan seluruh peserta

PsychoNews – Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang kemarin (23-24/5) selama 2 hari meng-upgrade pengetahuan dengan menyelenggarakan pelatihan Intervensi Psikologi yang bertajuk “Pemeriksaan dan Intervensi Korban Kekerasan”. Pelatihan yang menghadirkan praktisi terkenal Psikologi Forensik Reni Kusumowardhani itu merupakan bentuk kepedulian para psikolog UIN Maliki terhadap berbagai kasus kekerasan yang terjadi pada wanita dan anak-anak. Bagi para dosen Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang ini adalah sebuah kesempatan yang luar biasa untuk memperluas tehnik intervensi baru dan berinteraksi secara langsung dengan Ketua Umum Asosisasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor).

Pelatihan ini dibuka dengan permintaan dari pemateri agar seluruh peserta memberikan pendapat mengenai perbedaan dari psikologi forensik dan klinis. Fathul Lubabin Nuqul, salah satu dosen yang mengambil konsentrasi forensik menyatakan “Psikologi Forensik sebagai aplikasi psikologi untuk proses hukum dimulai dari penyidikan hingga intervensi” sedangkan Anwar Fuady menambahkan bahwa “Psikologi Klinis membutuhkan waktu yang panjang, sementara Forensik memiliki waktu terbatas karena dikhawatirkan pelaku akan cenderung kabur dalam hal penyelidikan”. Pernyataan tersebut kemudian diamini oleh pemateri serta penjelasannya “Psikologi klinis itu pelaksanaanya di tempat yang nyaman, membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya tertutup (close), kemudian forensik pelaksanaannya tidak berada di tempat yang nyaman, artinya bisa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau juga di penjara. Butuh waktu segera karena berkaitan dengan penyidikan kasus dan batas penahanan pelaku adalah 2 x 24 jam terakhir hasilnya terbuka untuk umum (disclose) karena data yang didapatkan untuk membantu proses peradilan hukum guna mendapatkan Justice

Pelatihan tersebut membekali para peserta untuk melakukan pemeriksaan pada korban kasus kekerasan dengan menggunakan media catur, secret box, dan photo voice. Pada saat materi Teknik Papan Catur atau Chess Therapy, setiap dosen dibagikan papan catur dan diminta dan melihat demontrasi penggunaan media catur dalam melakukan interogasi pada korban kekerasan khususnya pada anak. Pengguna terapi ini tidaklah harus pandai bermain catur, Yusuf Ratu Agung merasakan sendiri sensasi dari Chess Therapy “15 menit yang lalu saya jauh lebih dikejar pertanyaan yang bahkan pertanyaan tersebut tidak mau saya jawab kemudian harus saya jawab. Semua mengalir begitu saja”.

Pemateri menjelaskan bahwa anak-anak yang menjadi korban kasus kekerasan usia 6 tahun sudah mampu menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Penggunaan media catur dapat diasaumsikan sebagai asosiasi bebas anak sehingga ia menjadi lebih terbuka dan interogasi yang dilakukan dengan santai seperti sedang mengobrol. Pemateri juga berpesan “Jangan berusaha mengobservasi atau menduga. Konfirmasikan dengan bertanya pada klien. Asesmen dengan catur bisa dilakukan kepada siapa saja, anak kecil bahkan lansia. 2 jam adalah waktu paling lama bagi kita untuk mendapatkan informasi yang kita inginkan. Dimana kita bisa break dulu baru kemudian lanjut melakukan teknik ini”.

Chess Therapy dicetuskan oleh Virginia Satir. Ia adalah seorang Freudian, karenanya terapinya menggunakan asosisi bebas sebagai proyeksi dari kognitif, afektif, dan konasi individu. Alat ini digunakan untuk membangun kepercayaan antara terapis atau psikolog terhadap kliennya. Tujuan terapi catur adalah untuk membantu klien merefresh pikiran mereka dan mengatur ulang pikiran mereka dalam cara yang lebih positif dan konstruktif. Ini juga dapat membantu klien dalam mengendalikan perasaan mereka dan mendorong mereka menceritakan kejadian-kejadian dalam kehidupan mereka secara nyaman baik kejadian positif juga negatif. (Red.Ms)

Reportase : Wahyu Riska Elsa Pratiwi

Editor         : Subhanallah Ramadhan

Simpan Berita

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: