IC Pro Hadirkan Owner Cafe Topping Malang untuk Menggali Jiwa Entrepreneur

 Liputan Terkini
Adie Owner Cafe Tapping Malang

Adie Owner Cafe Tapping Malang Berbagi Pengalaman Mengelola Bisnis Cafe Tapping Malang dengan Komunitas IC Pro

PsyschoNewsEntrepereneur dan dunia bisnis, kini menjadi topik hangat dan digandrungi oleh sebagian masyarakat Indonesia. Mulai dari bisnis makanan, baju, gadget, sepatu, obat-obatan, dan sebagainya. Banyak bentuk usaha yang dapat dilakukan oleh para pengusaha seperti; bisnis dengan sistem Multi Level Marketing (MLM), bisnis online, sistem dropship, dan bisnis-bisnis lain yang mendatangkan profit. Melihat banyaknya minat masyarakat untuk menjadi seorang entrepreneur, Inspirator Class Program (IC Pro) mengadakan kelas ke IV pada bassic class dengan mengusung tema “Entrepreneur” yang dibimbing langsung oleh Adie, owner cafe Topping Malang. Kelas yang digelar di ruang sidang fakultas lantai II pada (14/05) mengundang minat sejumlah peserta dan pengurus IC Pro untuk mengikuti serangkaian acara hingga akhir. Hampir seluruh ruangan sidang dipadati oleh 40 peserta beserta pengurus IC Pro.

Tema ini diberikan untuk menggali potensi para anggota dan peserta IC Pro yang memiliki minat di dunia bisnis. “Tema pada minggu ini diadakan untuk menggali jiwa-jiwa entrepreneur dari para peserta”, kata Lolita. Tidak hanya itu, beberapa peserta yang sudah memiliki usaha juga dapat mengembangkan usahanya dan peserta yang belum memiliki usaha agar dapat termotivasi untuk menjadi seorang entrepreneur. “Semoga dengan adanya materi ini teman-teman yang sudah berbisnis mampu mengembangkan usahanya. Untuk yang lain, semoga bisa termotivasi untuk mulai berbisnis”, imbuhnya.

Acara ini dilakukan dalam bentuk sharing mengenai pengalaman berbisnis antara pemateri dan peserta. Pembahasan dimulai dari pengalaman awal untuk membuka sebuah bisnis, modal, tempat strategis, cara mempromosikan produk, penentuan coast, hingga berujung pada pembahasan untung dan rugi. Adie tak segan-segan menceritakan tentang dinamika dalam dunia bisnis. Jika digambarkan dalam bentuk sebuah kurva dalam bentuk kurva normal, maka dunia bisnis memiliki masa kejayaan dan akan turun jika tidak diantisipasi. “Penjualan akan terlihat setelah 6 bulan penjualan, dan 6 bulan berikutnya adalah waktu untuk mengontrol jalannya bisnis kita. Pasang surut penjualan adalah hal biasa bagi pengusaha. Tetapi bagaimana pengusaha tersebut untuk mengembangkan usahanya agar meningkat dengan baik dapat diketahui melalui kurva ini”, jelas pemilik cafe Topping.

Meskipun kerugian menjadi salah satu dinamika dalam usaha berbisnis, mengontrolnya adalah menjadi sebuah keharusan bagi seorang entrepeneur. “Memasuki enam bulan kedua usaha kita mulai memasuki masa kejayaan. Pada saat inilah kita mulai mengontrol jalannya usaha. Jangan sampai seperti saya yang lalai untuk mengantisipasi kemunduran prestasi usaha saya agar tidak terjadi kerugian”, tambahnya. Mengontrol perkembangan usaha menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari dunia bisnis. Kini, psikologi memberikan solusi pada para entrepeneur untuk memiliki Self-Management dalam usaha mengontrol perkembangan usahanya. Menurut Thoresen dan Mahoney Self-Management ialah “Pengendalian diri yang terjadi ketika tidak adanya kontrol dari luar secara langsung, artinya seseorang memunculkan respon yang dirancang untuk mengontrol perilakunya sendiri ”. Seorang entrepreneur harus mampu mengendalikan jalannya bisnis agar tidak mudah dikendalikan oleh kuatnya persaingan usaha dengan pengusaha lainnya.

Selain itu, Islam juga turut menyumbangkan kontribusi keilmuan yang besar bagi semua umat penduduk bumi. Mengenai pentingnya mengatur segi kehidupan merupakan dasar dalam mencapai keberhasilan, jika tidak terkontrol dengan baik maka akan membawa kepada kegagalan. Seperti sebuah kutipan yang diucapkan oleh sahabat Nabi SAW, Ali bin Abi Thalib RA yang mengatakan bahwa “Kebenaran yang tidak ter-manage akan dikalahkan oleh kebathilan yang di-manage”.

Akhirnya, Adie menutup acara dengan mengharapkan adanya kerja sama antara peserta IC Pro sebagai ilmuwan psikologi dengannya untuk mengembangkan usaha yang sedang dirintis dengan teman-temannya. “Saya berharap kita akan bekerja sama. Saya butuh belajar mengenai psikologi dari teman-teman karena usaha yang sedang saya rintis bersama teman-teman tidak jauh dari bidang psikologi”, papar Adie. (Red. SA-M/Ms)

  • Reporter : Sudrajad Yudo P
  • Editor      : Safinah Al Mubarokah

Simpan Berita

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: