Periode Maret 2015 Wisuda Terbaik UIN Maliki Disabet Mahasiswi Psikologi

Yudisium Psikologi 2015
Berpose: Dari Kiri WD III Dr. Iin Tri Rahayu, M.Si, Khairul Gani Terbaik III, Dekan Dr. M. Lutfi Mustofa, M.Ag, Usfuriyah Terbaik II, Isma Junida Terbaik I dan WD I Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si

PsychoNewsFakultas Psikologi telah usai menjalankan prosesi yudisium bagi calon wisudawan wisudawati yang akan melaksanakan wisuda bulan maret ini (25/3). Agenda ini dihelat di gedung auditorium lantai tiga Fakultas Psikologi dan dihadiri oleh sebanyak 31 peserta yang merupakan calon wisudawan/wisudawati. Kegiatan ini bertujuan selain sebagai prosesi penyematan gelar “Sarjana Psikologi”, juga merupakan seminar pembekalan bagi para calon wisudawan untuk menghadapi dunia baru setelah mereka resmi menjadi alumni.

Agenda ini dibuka oleh Wakil Dekan I, Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si. Beliau memaparkan jumlah peserta, rerata capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan beberapa wisudawan-wisudawati terbaik periode Maret 2015, diantaranya yaitu: Isma Junida dengan IPK 3,93; Usfuriyah dengan IPK 3,82; dan Khoirul Gani dengan IPK 3,78 yang semuanya telah berhasil menamatkan kuliahnya selama tujuh semester. Lebih lanjut Lubab juga menambahkan, Isma Junida pada wisuda kali ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik se-UIN Maliki Malang. “Ini adalah prestasi pertama kali dalam sejarah, mahasiswa Fakultas Psikologi dengan IPK tertinggi tingkat jurusan, biasanya diraih oleh Fakultas lain” tandasnya.

Dekan Fakultas Psikologi, Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta bahwa ilmu yang sejati pada dasarnya bukanlah hanya berdasarkan nilai akademik yang tinggi, atau banyaknya prestasi yang dicapai, melainkan lebih kepada wujud manfaat yang dituangkan dalam kehidupan sehari-hari setelah mendapat ilmu tersebut. “Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Ali Imran tentang Ulul Albab, sesungguhnya tingkat kesuksesan bukan hanya dari bentuk nilai akademik yang tinggi, tapi justru bagaimana kita mengaplikasikan ilmu tersebut dengan sebaik mungkin dalam kehidupan kita. Karena Psikologi tidak akan pernah bisa terlepas dari hubungan antar manusia yang dalam Islam disebut Hablun min an-naas, dengan demikianlah kita juga bisa memperbaiki hubungan kita dengan Allah, Hablun min Allah,” tuturnya.

Beliau berharap, generasi Psikologi masa kini akan mampu mengembangkan keilmuan yang bisa bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara di masa depan. “Dalam bidang apapun itu, hendaknya kita mampu mengembangkan diri untuk menjadi manfaat dimanapun berada, baik untuk agama, bangsa, negara. Terutama dalam bidang kajian Psikologi dan integrasinya dengan Islam. Karena saya yakin, dengan melihat banyaknya permasalahan yang terjadi di luar sana masih banyak sekali orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, bantuan seorang Psikolog, tanpa kita sadari,” harapnya. (Red.Ms)

Reportase: Queen Rahma Z & Wahyu Riska Elsa Pratiwi

>>Simpan Berita

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan