Menjadi Orang Tua yang Terus Belajar (1)

 Psikologi Komunikasi, Psikologi Parenting
Perkembangan anak up

Dr. Moh. Mahpur, M.Si – Serius nan santai menyampaikan materi di KBIT-TKIT Al Hikmah Bence Blitar

Menemui orang tua dan guru pra-sekolah pada kelas pengasuhan anak (parenting class) selalu menjadi pengalaman mengasyikkan. Aktifitas ini menjadi ruang belajar saya untuk kulakan keragaman kasus mengenai realitas pengasuhan anak pada budaya yang berbeda-beda. Meski saya bukan ahli parenting, setidaknya dengan pendekatan berbagi pengalaman–karena saya pun seorang ayah dari dua anak, perempuan dan laki-laki, cukup memberikan apresiasi bagi audiens melalui perjumpaan parenting class. Media parenting class ini bisa menjadi kesempatan langka seiring kondisi anak yang makin dikungkung oleh “hegemoni sekolah” dan meminggirkan cara berkembang anak dengan segala keistimewaannya.

Selain itu, pembelajaran ketrampilan pengasuhan sangat dibutuhkan karena semakin banyak kasus keluarga dengan indikasi anak korban kekerasan dan anak-anak yang lari dari rumah oleh karena rumah tidak lagi menjadi zona nyaman berkembang. Atau, ada anak yang dibawah tekanan hanya karena mereka gagal menyesuaikan diri dengan tuntutan sekolah, orang tua dan akhirnya anak mencari pengakuan diri di luar rumah melalui perilaku yang kontraproduktif.

Saya (Mohammad Mahpur/Pakar Psikologi Parenting dan Pengembangan Komunitas) bersama Elok Halimatus Sakdiyah (Psikolog Parenting), Yulia Sholichatun (Psikolog Klinis), dan Rika Fuaturrosida (Psikologi Perkembangan dan ABK), hadir di parenting class di Kelompok Bermain Islam Terpadu dan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Al-Hikmah, Bence, Garum Kabupaten Blitar, pada Sabtu, 7 Maret 2015. Parenting class, ini menyajikan tiga sudut pandang, perkembangan anak, kasus tumbuh kembang, peran orang tua dan ketrampilan menangani anak dengan perilaku khusus. Sudut pandang ini dipakai untuk memaksimalkan ketrampilan anak agar dapat tumbuh-kembang secara maksimal yang didasari oleh potensi anak-anak. Acara ini pun sebagai cara memaksimalkan usia emas (golden age) anak. Acara seperti ini penting karena jika anak sudah masuk sekolah, di sinilah orang tua merasa bahagia, anaknya sudah sekolah, dan mulai saat ini pula lah, anak akan digeneralisasi perkembangannya hanya ukuran nilai pelajaran di sekolah. Meski itu usia pra-sekolah. Orang tua saatnya melihat, anak harus terlihat sudah bisa membaca, menghitung, bahkan meminta PR agar anaknya di rumah juga belajar, tidak bermain saja.

*Catatan ini disarikan dari hasil tanya jawab yang masuk sebagai bahan diskusi pada acara tersebut.

Penulis: Dr. Moh. Mahpur, M.Si

>>Simpan Artikel

Tanggapan Anda

Silahkan login di akun facebook anda jika ingin memberikan komentar/tanggapan

Author: